Ketua MPR Ahmad Muzani mengingatkan peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyelamatkan ideologi negara saat pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi di Madiun pada 1948 silam. Ia menyebutkan, ketika kemudian Indonesia akan diancam oleh ideologi komunisme di Madiun, NU tampil kembali menyelamatkan ideologi negara.
"Kiai-kiai dan pondok pesantren NU menjadi korban saat tampil menyelamatkan ideologi negara. Santri-santri tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme," ucapnya. Namun, Muzani juga mengakui bahwa NU telah memberikan banyak kontribusi pada masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Saat angkatan bersenjata Indonesia belum memiliki kekuatan besar, NU-lah yang disebutnya membantu upaya kemerdekaan. Ia menjelaskan, upaya NU untuk memperjuangkan kemerdekaan itu dilakukan melalui Gerakan Pemuda (GP) Ansor hingga Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Ansor berdiri tahun 1934, Banser berdiri tahun 1936.
Setelah proklamasi kemerdekaan, kontribusi NU dalam menjaga kemerdekaan juga dilakukan dengan cara ikut melawan kehadiran tentara Inggris dan Belanda yang tiba di Surabaya pada November 1945 silam. Ulama besar pendiri NU pada saat itu, langsung mengeluarkan fatwa agar kaum Nahdliyin ikut angkat senjata mengusir pihak penjajah.
Muzani menuturkan bahwa fatwa jihad keluar dari Hadratussyaikh, membela Tanah Air bagian dari kewajiban seluruh santri NU. Maka seluruh santri NU bersatu di desa, di kota, laki-laki, perempuan, mengasah senjata, mengangkat bambu runcing untuk mengusir penjajah.
"Ketika kemudian dalam perjalanan kemudian Indonesia akan diancam oleh ideologi komunisme di Madiun, NU tampil kembali menyelamatkan ideologi negara. Kiai-kiai dan pondok pesantren NU menjadi korban, santri-santri tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme," ucapnya.
"Kiai-kiai dan pondok pesantren NU menjadi korban saat tampil menyelamatkan ideologi negara. Santri-santri tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme," ucapnya. Namun, Muzani juga mengakui bahwa NU telah memberikan banyak kontribusi pada masa-masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Saat angkatan bersenjata Indonesia belum memiliki kekuatan besar, NU-lah yang disebutnya membantu upaya kemerdekaan. Ia menjelaskan, upaya NU untuk memperjuangkan kemerdekaan itu dilakukan melalui Gerakan Pemuda (GP) Ansor hingga Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Ansor berdiri tahun 1934, Banser berdiri tahun 1936.
Setelah proklamasi kemerdekaan, kontribusi NU dalam menjaga kemerdekaan juga dilakukan dengan cara ikut melawan kehadiran tentara Inggris dan Belanda yang tiba di Surabaya pada November 1945 silam. Ulama besar pendiri NU pada saat itu, langsung mengeluarkan fatwa agar kaum Nahdliyin ikut angkat senjata mengusir pihak penjajah.
Muzani menuturkan bahwa fatwa jihad keluar dari Hadratussyaikh, membela Tanah Air bagian dari kewajiban seluruh santri NU. Maka seluruh santri NU bersatu di desa, di kota, laki-laki, perempuan, mengasah senjata, mengangkat bambu runcing untuk mengusir penjajah.
"Ketika kemudian dalam perjalanan kemudian Indonesia akan diancam oleh ideologi komunisme di Madiun, NU tampil kembali menyelamatkan ideologi negara. Kiai-kiai dan pondok pesantren NU menjadi korban, santri-santri tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme," ucapnya.