Ketidakjelasan Upah 2026 Hambat Relokasi Pabrik hingga Investasi

Menurut Sanny Iskandar, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), keterbatasan penetapan upah 2026 sudah berdampak pada keputusan banyak perusahaan untuk melakukan relokasi pabrik. "Situasi ini memang tidak diinginkan dan bahkan bisa membuat industri kita mengambil langkah mundur," kata dia.

Banyaknya relokasi ini tak hanya terbatas pada kota-kota di Indonesia, tetapi juga menyebar ke luar negeri. Contohnya adalah perusahaan yang awalnya beroperasi di Indonesia kemudian pindah ke Vietnam untuk mendapatkan kepastian usaha yang lebih baik.

Sanny mengakui bahwa ini akan memberikan dampak negatif pada industri manufaktur di Indonesia, terutama bagi industri padat karya. "Banyak perusahaan kita sudah melakukan relokasi ke luar negeri karena upah di Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan," katanya.

Selain itu, Sanny juga menyebutkan bahwa ketidaksesuaian antara upah minimum dengan kondisi usaha juga berperan dalam membuat industri di Indonesia mengalami relokasi. Pada saat ini, 60-70 persen pekerja Indonesia masih bekerja di sektor informal dan menerima upah yang cenderung lebih rendah daripada upah minimum.

Diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan iklim kemudahan berusaha untuk mengatasi masalah ini. "Karena komponen cost kita bukan hanya dilihat dari upah, tetapi juga dari kesulitan atau kemudahan berusaha di Indonesia sendiri," kata Anne Patricia, Ketua Bidang Perdagangan Apindo.

Jadi, agar tidak tersisih dari peta relokasi industri global, perlu ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan iklim kemudahan berusaha.
 
Gue pikir lagi-lagi Indonesia harusnya sudah bisa menentukan minum upah yang wajar banget, tapi masih banyak perusahaan yang memilih untuk beralih ke luar negeri karena tidak bisa mendapatkan pendapatan yang cukup. Ini memang gue khawatir, karna relokasi ini bukan hanya akan membuat industri kita terpuruk, tapi juga akan menurunkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Gue rasa perlu ada inisiatif dari pemerintah agar minum upah bisa menjadi lebih kompetitif dengan negara-negara lain, jadi tidak perlu banyak perusahaan untuk beralih ke luar negeri lagi πŸ€”πŸ’Ό
 
Gini aja ya, kalau upah tinggal kurang, apa lagi aja? Perusahaan pasti cari tempat yang lebih murah buat bekerja. Kalau tidak, mereka akan jauh dari Indonesia aja. Saya pikir gampang sekali untuk menemukan pabrik di luar negeri yang mau bekerja sama dengan kita. Tapi, apa yang bisa kita lakukan?
 
gampang aja bro, perusahaan-pemerusahaan besar itu kalau mau dipindah ke luar negeri itu artinya mereka cari tempat yang lebih baik untuk mendapatkan laba maksimal kayaknya. tapi kalau di sini kita harus memperbaiki kualitas SDM dan kemudahan bisnis di Indonesia terlebih dahulu sih, jadi tidak perlu dipaksa perusahaan-perusahaan besar itu pindah ke luar negeri, karena itu akan bikin ekonomi kita jadi lemah 🀷
 
Gue rasa ini sama kayak kalau gue harus memilih antara makan bakso atau siomay. Saya suka bakso, tapi siomay juga enak. Tapi, aku pikir kalau upah minimum di Indonesia masih kurang, itu kayaknya membuat perusahaan kebutuhan untuk mencari tempat yang lebih baik. Kalau gue harus memilih, aku rasa pilihan yang lebih baik adalah makin baik kita semua, biar industri di Indonesia tidak harus pindah ke luar negeri.
 
gak bisa percaya kalau banyak perusahaan yang decide pindah ke luar negeri karena upah di indonesia terlalu rendah 🀯! ini bukan baik sama industri kita, kalau gak ada pertumbuhan, aku rasa bangsa kita gak bakal maju πŸ“ˆ. mungkin harus ada cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, jadi kita bisa bersaing dengan perusahaan lain di dunia ini πŸ’ͺ.
 
Baaa, kabar gembira sih... Banyak perusahaan Indonesia mulai relokasi pabrik ke luar negeri karena upah di Indonesia terlalu rendah πŸ˜”. Sanny Iskandar, Wakil Ketua Umum Apindo, bilang bahwa ini akan membuat industri kita mundur dan banyak pekerja kalah dalam kompetisi. 60-70 persen pekerja Indonesia masih bekerja di sektor informal dengan upah yang lebih rendah daripada minimum πŸ˜“. Saya rasa ini bukan berita baik-baik aja...
 
ini kayaknya apa aja, kalau upah 2026 kurang, tolong buat perusahaan mau ngerasa nyaman belajar di Indonesia aja, sih... mungkin perlu dulu perhatian khusus untuk para pekerja informal, karena mereka yang udah bekerja di luar sistem, sih... kalau gak ada langkah yang tepat, pasti banyak yang terus cari kerja di luar negeri, dan itu akan merusak industri kita sendiri.
 
Gampang banget sih nih, kalau upah minimum 2026 kurang seimbang dengan biaya operasional. Banyak perusahaan Indonesia sudah ke Vietnam, Malaysia, atau Cina karena di sana upah lebih murah dan sistem regulasi biar lebih mudah dipahami. Apa yang bisa dilakukan? Mending naikin minimal upah biar industri kita bisa kompetitif dengan negara lain? Tapi kalau lagi mau naikin upah, harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keefektifan sistem berusaha. Jadi, kalau ingin jaga kompetitivitas perusahaan Indonesia, kita harus fokus pada 2 hal: meningkatkan efisiensi birokrasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan begitu, kita bisa menantang relokasi industri dari luar negeri.
 
πŸ˜¬πŸ€” Ini bikin ngiler sih, relokasi pabrik karena upah 😒. Perusahaan mau ke mana kalau bisa mendapatkan uang yang lebih πŸ€‘? Indonesia kayak gini πŸ˜•, apa lagi ada yang bikin industri kita jatuh πŸŒ€. Kita butuh peningkatan kualitas sumber daya manusia 🀝 dan perbaikan iklim kemudahan berusaha πŸ“ˆ agar tidak semua perusahaan relokasi ke luar negeri 🌎. Kita harus siap-siap dulu, karena kalau tidak kita akan kalah πŸ˜… di pasaran industri global πŸ’Ό.
 
Gue pikir gini aja, kalau kita nggak bisa kompeten dengan upah minimum di luar negeri, pabrik-pabrik di Indonesia itu akan selip ke Vietnam atau Malaysia juga. Nah, itu bukan jalan yang cerdas banget. Gue rasa perlu disusun strategi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita sebelum semua orang mulai bekerja di luar negeri. Karena kalau gak ada peningkatan itu, maka pabrik-pabrik kita akan menyeberang ke mana-mana. Itu bikin kerugian banyak banget bagi ekonomi kita sendiri πŸ˜•
 
Duh kaya gini, upah minimal di Indonesia udah jadi salah satu penyebab banyak perusahaan relokasi pabrik. Sama-sama aja, tidak bisa dipungut nanti πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kalau industri kita ingin maju, harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan iklim kemudahan berusaha, ya? Jangan sampai semua perusahaan pindah ke luar negeri aja, toga bermanfaat sama Indonesia πŸ€”.
 
πŸš¨πŸ€• Industri kita jadi korban upah minimum yang kurangnya ya, banyak perusahaan pindah luar negeri buat mendapatkan kepastian usaha yang lebih baik... apa lagi 60-70 persen pekerja kita masih bekerja di sektor informal... kayaknya perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan iklim kemudahan berusaha, jadi industri kita bisa maju... πŸ€•πŸ’”
 
gak bisa percaya kalau banyak pabrik ini harus ke luar negeri karena upah di Indonesia cuma 500 ribu. apa yang kalahnya kita berikan nanti? πŸ€―πŸ’Έ kalau mau ngobrol soal upah, tolong kita sini sih, tolong banget! πŸ™
 
Kalau gini terus terjadi, kan perusahaan-pertamina aja jadi yang terbesar di Indonesia aja πŸ€¦β€β™‚οΈ. Kalau kita tidak bisa menarik pekerja, maka perusahaan-perusahaan kita harus siap untuk meninggalkan Indonesia juga ya πŸ˜’. Kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan biaya produksi sebenarnya jadi yang penting banget ya πŸ’Ό.
 
Kalau udah seperti ini, tapi kenapa gini? Industri kita harus relokasi ke luar negeri sebab upah di Indonesia kurang bisa memenuhi kebutuhan. Ini bukan keuntungan bagi Indonesia, tapi lebih kepada manfaat bagi perusahaan yang punya bisnis di luar negara. Yang penting lagi, banyak pekerja informal masih menerima upah rendah, jadi gini juga terjadi. Kalau kita ingin mengatasi masalah ini, harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan iklim kemudahan berusaha. Tapi kenapa gini perusahaan tidak mau melihat kebaikan Indonesia? πŸ€”πŸ’Ό
 
Sekarang ini gini sih, kalau ingin investasi yang mantap, kita harus fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuat kondisi kerja di Indonesia lebih mudah aja πŸ€”πŸ’‘. Jika tidak, perusahaan-perusahaan itu akan mencari tempat lain yang lebih baik, bukan? Dan kalau kita tidak mau kehilangan industri manufaktur di Indonesia, kita harus bisa menarik perhatian investornya dengan makin kualitas SDM dan kemudahan berusaha πŸ“ˆπŸ’Ό.
 
Saya pikir ini kalau gak ada solusi, semuanya terus jalan seperti ini. Industri kita udah banyak kekurangan, mulai dari kebutuhan infrastruktur yang kalah canggih dibandingkan negara lain, sampai kesulitan akses ke pasar internasional... Kalau upah minimum tetap sama aja, pasti perusahaan akan terus mencari tempat lain untuk beroperasi. Saya rasa ada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang penting, tapi juga harus ada pemerintah yang ikut mendukung dengan peraturan dan fasilitas yang lebih baik. Nah, kalau bisa ada sistem yang adil dan transparan, kita bisa menghindari situasi ini. πŸ€”πŸ’‘
 
Kalau mau nggak ada relokasi industri, harus buat upah minimum lebih tinggi lagi sih πŸ€”. Masih 60-70 persen pekerja informal, itu kayak gila sih! Kita harus buat pekerja formal dengan upah yang adil, dan kalau tidak bisa, mereka pasti akan mencari pekerja di luar negeri aja 🚫. Saya rasa perlu ada kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk membuat industri kita lebih baik, bukan hanya sengaja membiarkan mereka lepas jahit πŸ”©.
 
Gue pikir kalau upah minimum 2026 harusnya lebih tinggi lagi bih! Jika tidak nanti semua perusahaan Indonesia akan relokasi ke luar negeri dan kerjaannya jadi murung. Masih banyak pekerja informal di Indonesia yang hanya menerima upah rendah, itu memang bukan cerdas sih. Maka dari itu, kalau ingin meningkatkan perekonomian Indonesia, harus ada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perbaikan kemudahan berusaha di Indonesia. Tapi kalau tidak nanti bisnis-bisnis kecil kecil aja akan tutup dan kerjaannya jadi mati, sih...
 
kembali
Top