Bursa Efek Indonesia, diatur oleh Direktur Utama Iman Rachman, berisiko terjunkai dari klasifikasi pasar saham berkembang menjadi pasar saham depan (frontier market) jika data transparansi saham Indonesia tidak memenuhi persyaratan MSCI Inc. Pada bulan Mei 2025. Peringkat ini menurut MSCI adalah indikasi bagaimana investasi di pasar tersebut akan berinvestasi.
Hal ini menyebabkan peringkat Indonesia turun menjadi pasar saham yang sama dengan Vietnam dan Filipina, yaitu pasar berkembang. "Kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai transparansi saham kita dipenuhi dalam bulan Mei, maka peringkat kita dari emerging market menjadi frontier market," ujar Iman.
Tahun ini MSCI Inc akan memantau transparansi saham di Indonesia. Karena pemilikan saham kecil memiliki data tidak transparan, tak jelas pemilik akhirnya serta mekanisme pelaporan yang berbeda-beda.
Hal ini menyebabkan peringkat Indonesia turun menjadi pasar saham yang sama dengan Vietnam dan Filipina, yaitu pasar berkembang. "Kalau data yang mereka harapkan itu tidak terpenuhi sampai transparansi saham kita dipenuhi dalam bulan Mei, maka peringkat kita dari emerging market menjadi frontier market," ujar Iman.
Tahun ini MSCI Inc akan memantau transparansi saham di Indonesia. Karena pemilikan saham kecil memiliki data tidak transparan, tak jelas pemilik akhirnya serta mekanisme pelaporan yang berbeda-beda.