Pemerintah berhasil menekan transaksi judi online di Indonesia, menjadi sejarah baru. Menurut Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, pada tahun 2025 ini berhasil mengatasi permasalahan tersebut dengan jumlah laporan yang masuk masih terbilang tinggi, yaitu sekitar 43 juta laporan.
Tahun ini menunjukkan pertumbuhan dari tahun sebelumnya, padahal hanya beberapa tahun sebelumnya Indonesia hanya memiliki 35,6 juta laporan terkait judi online. Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa ini merupakan capaian yang sangat baik dan menjadi sejarah baru bagi pemerintah dalam upaya menekan transaksi tersebut.
Tapi, padahal setelah dilakukan efisiensi, terutama dari pemblokiran anggaran sebesar Rp 19,8 miliar di awal tahun ini. Sejalan dengan itu, peringkat kinerja PPATK pada tahun lalu mencapai realisasi sebesar 99,1% dari pagu efektif Rp 380,2 miliar.
Ivan Yustiavandana juga menjelaskan bahwa PPATK memiliki beberapa tujuan pada awal tahun ini, seperti meningkatkan implementasi strategi anti TPPU dan optimalisasi produk intelijen keuangan untuk mendukung Asta Cita. Selain itu, ada peningkatan kualitas pelaporan dan modernisasi teknologi informasi.
Pada bulan Februari 2026 lalu, Kepala PPATK juga menjelaskan bahwa jumlah laporan yang masuk di jam kerja meningkat sebesar 25,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tahun ini menunjukkan pertumbuhan dari tahun sebelumnya, padahal hanya beberapa tahun sebelumnya Indonesia hanya memiliki 35,6 juta laporan terkait judi online. Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa ini merupakan capaian yang sangat baik dan menjadi sejarah baru bagi pemerintah dalam upaya menekan transaksi tersebut.
Tapi, padahal setelah dilakukan efisiensi, terutama dari pemblokiran anggaran sebesar Rp 19,8 miliar di awal tahun ini. Sejalan dengan itu, peringkat kinerja PPATK pada tahun lalu mencapai realisasi sebesar 99,1% dari pagu efektif Rp 380,2 miliar.
Ivan Yustiavandana juga menjelaskan bahwa PPATK memiliki beberapa tujuan pada awal tahun ini, seperti meningkatkan implementasi strategi anti TPPU dan optimalisasi produk intelijen keuangan untuk mendukung Asta Cita. Selain itu, ada peningkatan kualitas pelaporan dan modernisasi teknologi informasi.
Pada bulan Februari 2026 lalu, Kepala PPATK juga menjelaskan bahwa jumlah laporan yang masuk di jam kerja meningkat sebesar 25,5 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.