Indonesia harus siapkan peta jalan untuk menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks. Menurut Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, Indonesia harus menyiapkan roadmap untuk post-quantum cryptography dalam tempo lima tahun ke depan.
Kriptografi pascakuantum merupakan suatu tantangan yang sangat serius karena teknologi kuantum dapat membobol data dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, program digitalisasi menjadi penting untuk memudahkan identifikasi terhadap suatu dokumen dan memastikan keaslian, ketersediaan, dan kerahasiaannya.
Dalam arti apa? Kalau dokumen yang sudah disertifikasi oleh BSSN direkayasa, kami bisa mengenali bahwa dokumen itu sudah diubah. Pernyataan ini ia sampaikan merespons Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh yang menanyakan pengamanan data oleh BSSN sehubungan dengan korban banjir bandang dan longsor di utara Sumatera mengalami kehilangan data.
Salah satu contoh kasus bencana Aceh dan Sumatera, ini kehilangan data. Data pribadi, pendidikan, pertanahan, kendaraan bermotor. Semuanya hilang. Ketika ini hilang, apakah ada sebuah pengamanan data dari BSSN? Menurut Nugroho, teknologi kuantum dapat membobol data dalam waktu singkat, sehingga sistem enkripsi yang sekarang kita gunakan harus dihadapi tantangan.
Maka dari itu, agar tidak kehilangan, negara harus segera menyiapkan peta jalan menyongsong komputasi kuantum. Dengan demikian, program digitalisasi dengan keamanan enkripsi dapat tetap aman dan efektif dalam memudahkan identifikasi terhadap suatu dokumen.
Kriptografi pascakuantum merupakan suatu tantangan yang sangat serius karena teknologi kuantum dapat membobol data dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, program digitalisasi menjadi penting untuk memudahkan identifikasi terhadap suatu dokumen dan memastikan keaslian, ketersediaan, dan kerahasiaannya.
Dalam arti apa? Kalau dokumen yang sudah disertifikasi oleh BSSN direkayasa, kami bisa mengenali bahwa dokumen itu sudah diubah. Pernyataan ini ia sampaikan merespons Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh yang menanyakan pengamanan data oleh BSSN sehubungan dengan korban banjir bandang dan longsor di utara Sumatera mengalami kehilangan data.
Salah satu contoh kasus bencana Aceh dan Sumatera, ini kehilangan data. Data pribadi, pendidikan, pertanahan, kendaraan bermotor. Semuanya hilang. Ketika ini hilang, apakah ada sebuah pengamanan data dari BSSN? Menurut Nugroho, teknologi kuantum dapat membobol data dalam waktu singkat, sehingga sistem enkripsi yang sekarang kita gunakan harus dihadapi tantangan.
Maka dari itu, agar tidak kehilangan, negara harus segera menyiapkan peta jalan menyongsong komputasi kuantum. Dengan demikian, program digitalisasi dengan keamanan enkripsi dapat tetap aman dan efektif dalam memudahkan identifikasi terhadap suatu dokumen.