Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memamerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menciptakan satu juta lapangan kerja sejak diluncurkan setahun yang lalu.
Berdasarkan klarifikasi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rockefeller Foundation memantau pelaksanaan program MBG karena menilai program itu menarik bagi mereka. Ia mengklaim, program MBG yang berjalan dengan cepat dan melibatkan banyak pihak menjadi beberapa faktor yang membuat yayasan itu tertarik melakukan kajian lebih lanjut.
"Pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat, dan saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka," kata Dadan kepada wartawan saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin.
Menurut Dadan, ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap program MBG itu bisa diketahui setelah dia menemani Presiden Prabowo Subianto makan malam. Kala itu, dia ikut berbincang langsung dengan seorang perwakilan yayasan.
"Ketika [perwakilan] dari Rockefeller Foundation itu datang kan saya diminta Pak Presiden untuk menemani makan malam dan yang bersangkutan berbincang langsung juga dengan Pak Presiden di depan kami," tuturnya.
Selain diklaim mampu melakukan intervensi pemenuhan gizi dengan baik, program MBG juga dinilai berdampak positif pada ekonomi masyarakat di bawah. Hal itu, kata Dadan, menambah ketertarikan Rockefeller Foundation untuk memantau program MBG.
"Selain kami melakukan intervensi pemenuhan gizi, tapi juga ekonomi di masyarakat bergerak kencang karena uang yang kami turunkan langsung ke bawah," sebutnya.
Berdasarkan klarifikasi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, Rockefeller Foundation memantau pelaksanaan program MBG karena menilai program itu menarik bagi mereka. Ia mengklaim, program MBG yang berjalan dengan cepat dan melibatkan banyak pihak menjadi beberapa faktor yang membuat yayasan itu tertarik melakukan kajian lebih lanjut.
"Pelaksanaan MBG bisa melibatkan demikian banyak mitra dan bisa berjalan demikian cepat, dan saya kira itu menjadi kajian yang cukup menarik bagi mereka," kata Dadan kepada wartawan saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Centre (SICC), Kabupaten Bogor, pada Senin.
Menurut Dadan, ketertarikan Rockefeller Foundation terhadap program MBG itu bisa diketahui setelah dia menemani Presiden Prabowo Subianto makan malam. Kala itu, dia ikut berbincang langsung dengan seorang perwakilan yayasan.
"Ketika [perwakilan] dari Rockefeller Foundation itu datang kan saya diminta Pak Presiden untuk menemani makan malam dan yang bersangkutan berbincang langsung juga dengan Pak Presiden di depan kami," tuturnya.
Selain diklaim mampu melakukan intervensi pemenuhan gizi dengan baik, program MBG juga dinilai berdampak positif pada ekonomi masyarakat di bawah. Hal itu, kata Dadan, menambah ketertarikan Rockefeller Foundation untuk memantau program MBG.
"Selain kami melakukan intervensi pemenuhan gizi, tapi juga ekonomi di masyarakat bergerak kencang karena uang yang kami turunkan langsung ke bawah," sebutnya.