Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi sumber daya manusia terbesar untuk tahun 2045. Penyampaian kata-katanya ini disampaikan saat penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Gizi Nasional terkait program MBG.
Dadan menyatakan bahwa program makan bergizi tetap diperlukan meskipun tingkat pendidikan rata-rata warganya sudah tinggi. Beliau menekankan bahwa program pemenuhan gizi yang diterapkan di negara lain, seperti Jepang, membuahkan hasil setelah puluhan tahun berjalan.
Dalam program MBG, menu utama yang disajikan adalah nasi, ayam, dan sayur. Dadan juga menekankan bahwa genetik yang baik dapat dipertahankan dengan pemenuhan gizi yang seimbang. Ia percaya bahwa generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan ceria dapat dihasilkan jika genetik tersebut diikuti dengan pemenuhan gizi yang seimbang.
Dalan program MBG ini, pemerintah mengharapkan dapat menyelesaikan masalah stunting di Indonesia. Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih rendah daripada rata-rata anak yang sama usia dan jenis kelaminnya.
Dadan menyatakan bahwa program makan bergizi tetap diperlukan meskipun tingkat pendidikan rata-rata warganya sudah tinggi. Beliau menekankan bahwa program pemenuhan gizi yang diterapkan di negara lain, seperti Jepang, membuahkan hasil setelah puluhan tahun berjalan.
Dalam program MBG, menu utama yang disajikan adalah nasi, ayam, dan sayur. Dadan juga menekankan bahwa genetik yang baik dapat dipertahankan dengan pemenuhan gizi yang seimbang. Ia percaya bahwa generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan ceria dapat dihasilkan jika genetik tersebut diikuti dengan pemenuhan gizi yang seimbang.
Dalan program MBG ini, pemerintah mengharapkan dapat menyelesaikan masalah stunting di Indonesia. Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih rendah daripada rata-rata anak yang sama usia dan jenis kelaminnya.