Amerika Serikat keluar dari organisasi internasional yang mengatur perubahan iklim, menimbulkan keraguan tentang dampaknya. Menurut Gedung Putih, AS ini mengalihkan pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak AS dalam lembaga-lembaga yang lebih mengutamakan agenda globalis dibanding kepentingan nasional.
Banyak organisasi internasional yang selama ini berperan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, seperti United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), dan lembaga-lembaga lainnya yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga ditinggalkan. AS menuduh bahwa organisasi-organisasi ini mengutamakan agenda globalis dibanding kepentingan nasional.
Saat ini, dampak penarikan diri AS dari organisasi internasional yang mengatur perubahan iklim terasa. Penarikan diri AS ini memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya, termasuk laporan mitigasi yang menjadi panduan penting bagi pemerintah dunia dalam menanggulangi perubahan iklim.
Selain itu, penarikan diri AS dari organisasi internasional ini juga mengakibatkan penurunan pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak AS dalam lembaga-lembaga yang lebih mengutamakan agenda globalis. Dengan demikian, dampak penarikan diri AS ini sangat berdampak pada upaya penanggulangan perubahan iklim di dunia.
Pemerintah AS mengatakan bahwa organisasi-organisasi internasional yang dipimpin oleh Eropa dan Amerika Serikat lainnya memiliki agenda yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Dengan demikian, penarikan diri AS dari organisasi internasional ini merupakan langkah untuk mempertahankan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS.
Namun, banyak pemimpin Eropa mengkritik keras keputusan ini dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.
Banyak organisasi internasional yang selama ini berperan dalam upaya penanggulangan perubahan iklim, seperti United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), dan lembaga-lembaga lainnya yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga ditinggalkan. AS menuduh bahwa organisasi-organisasi ini mengutamakan agenda globalis dibanding kepentingan nasional.
Saat ini, dampak penarikan diri AS dari organisasi internasional yang mengatur perubahan iklim terasa. Penarikan diri AS ini memperlambat secara signifikan penerbitan laporan IPCC selanjutnya, termasuk laporan mitigasi yang menjadi panduan penting bagi pemerintah dunia dalam menanggulangi perubahan iklim.
Selain itu, penarikan diri AS dari organisasi internasional ini juga mengakibatkan penurunan pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak AS dalam lembaga-lembaga yang lebih mengutamakan agenda globalis. Dengan demikian, dampak penarikan diri AS ini sangat berdampak pada upaya penanggulangan perubahan iklim di dunia.
Pemerintah AS mengatakan bahwa organisasi-organisasi internasional yang dipimpin oleh Eropa dan Amerika Serikat lainnya memiliki agenda yang bertentangan dengan kepentingan nasional AS. Dengan demikian, penarikan diri AS dari organisasi internasional ini merupakan langkah untuk mempertahankan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS.
Namun, banyak pemimpin Eropa mengkritik keras keputusan ini dan memperingatkan bahwa langkah tersebut akan melemahkan kerja sama global.