Tanggapi Dino Patti Djalal, Kita Tak Fokus pada Retorika
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, tidak akan tergiur dengan retorika yang berpotensi memperkeruh situasi di Venezuela. Menurut Jurubicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, Indonesia memilih menyampaikan sikap berdasarkan penghormatan pada hukum internasional, prinsip universal Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dan hukum humaniter internasional.
"Tapi tidak berarti kita takut mengkritik pelaku pelanggaran internasional. Kita akan selalu menetapkan sikap yang adil, keadilan, dan peduli dengan kepentingan umat manusia," ujarnya saat konferensi pers di kantor Kemlu.
Dino Patti Djalal, Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sempat mengkritik pernyataan resmi Kemlu RI terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Ia menilai sikap tersebut "sangat standar" dan tidak menyebut nama Amerika Serikat.
"Tapi, saya heran. Mengapa kita sungkan/takut mengkritik kawan yang lakukan pelanggaran hukum internasional?" tulis Dino dalam akun X pribadinya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, tidak akan tergiur dengan retorika yang berpotensi memperkeruh situasi di Venezuela. Menurut Jurubicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, Indonesia memilih menyampaikan sikap berdasarkan penghormatan pada hukum internasional, prinsip universal Piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dan hukum humaniter internasional.
"Tapi tidak berarti kita takut mengkritik pelaku pelanggaran internasional. Kita akan selalu menetapkan sikap yang adil, keadilan, dan peduli dengan kepentingan umat manusia," ujarnya saat konferensi pers di kantor Kemlu.
Dino Patti Djalal, Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), sempat mengkritik pernyataan resmi Kemlu RI terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Ia menilai sikap tersebut "sangat standar" dan tidak menyebut nama Amerika Serikat.
"Tapi, saya heran. Mengapa kita sungkan/takut mengkritik kawan yang lakukan pelanggaran hukum internasional?" tulis Dino dalam akun X pribadinya.