Pemerintah menetapkan rencana untuk membangun beberapa sabo dam di sejumlah aliran sungai di Aceh, yang bertujuan untuk menghalangi sedimen seperti tanah, batu, dan kayu dari terbawa arus banjir. Langkah ini akan menjadi upaya penghilangan hambatan dalam penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh.
Menurut Arie Setiadi, Person in Charge (PIC) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pembangunan sabo dam ini bertujuan untuk mengatasi risiko terbawa sedimen yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. "Kita harus berpikir sebelumnya tentang hambatan dalam penanganan pascabencana banjir, seperti tanah, batu, sampai gelondongan kayu yang mengangkut sedimen", kata Arie.
Sabo dam ini akan dibangun di kawasan hutan lindung karena kondisi kemiringan sungai di sana sangat curam. "Untuk meminimal risiko ini, kita memerlukan sabo dam yang terpaksa harus masuk ke dalam hutan lindung", jelasnya.
Kesepakatan telah tercapai tentang perizinan pembangunan sabo dam di Aceh, sehingga pembangunan dapat dimulai langsung tanpa perlu meminta izin lebih lanjut. Menurut Arie, desain pembangunan sabo dam ini akan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan, dan setelah itu, pembangunan pun akan bisa segera dimulai.
Pemerintah berharap dapat mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di Aceh dengan membangun sabo dam yang efektif.
Menurut Arie Setiadi, Person in Charge (PIC) dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), pembangunan sabo dam ini bertujuan untuk mengatasi risiko terbawa sedimen yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. "Kita harus berpikir sebelumnya tentang hambatan dalam penanganan pascabencana banjir, seperti tanah, batu, sampai gelondongan kayu yang mengangkut sedimen", kata Arie.
Sabo dam ini akan dibangun di kawasan hutan lindung karena kondisi kemiringan sungai di sana sangat curam. "Untuk meminimal risiko ini, kita memerlukan sabo dam yang terpaksa harus masuk ke dalam hutan lindung", jelasnya.
Kesepakatan telah tercapai tentang perizinan pembangunan sabo dam di Aceh, sehingga pembangunan dapat dimulai langsung tanpa perlu meminta izin lebih lanjut. Menurut Arie, desain pembangunan sabo dam ini akan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan, dan setelah itu, pembangunan pun akan bisa segera dimulai.
Pemerintah berharap dapat mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di Aceh dengan membangun sabo dam yang efektif.