Kemensos Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Siau, Sulut
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bekerja sama mengirimkan bantuan logistik kepada korban banjir bandang yang terdampak di daerah tersebut. Sebanyak empat kecamatan terkena dampak banjir, yaitu Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Dikutip dari Kementerian Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan meliputi kasur 100 lembar, selimut 200 lembar, makanan anak 200 paket, tenda gulung 50 lembar, family kit 200 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 500 paket dan beras 500 kilogram.
"Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir," kata Gus Ipul. Bantuan tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada tanggal 5 Januari 2026 malam.
Banjir bandang yang terjadi di Siau, Sulut diduga disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Peristiwa ini memaksa warga di empat kecamatan tersebut untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat tinggal sementara.
Korban banjir bandang di daerah tersebut diperkirakan sebanyak 8 orang meninggal dunia dan lebih dari 20 orang luka. Sementara itu, jumlah pengungsi di dua titik penyelamat sebanyak 91 KK atau 392 jiwa.
Bupati Sitaro telah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026 yang menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 5-18 Januari 2026.
Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, bekerja sama mengirimkan bantuan logistik kepada korban banjir bandang yang terdampak di daerah tersebut. Sebanyak empat kecamatan terkena dampak banjir, yaitu Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Dikutip dari Kementerian Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan meliputi kasur 100 lembar, selimut 200 lembar, makanan anak 200 paket, tenda gulung 50 lembar, family kit 200 paket, kidsware 100 paket, makanan siap saji 400 paket, lauk pauk siap saji 500 paket dan beras 500 kilogram.
"Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyalurkan bantuan kepada korban banjir," kata Gus Ipul. Bantuan tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada tanggal 5 Januari 2026 malam.
Banjir bandang yang terjadi di Siau, Sulut diduga disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi di wilayah tersebut. Peristiwa ini memaksa warga di empat kecamatan tersebut untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat tinggal sementara.
Korban banjir bandang di daerah tersebut diperkirakan sebanyak 8 orang meninggal dunia dan lebih dari 20 orang luka. Sementara itu, jumlah pengungsi di dua titik penyelamat sebanyak 91 KK atau 392 jiwa.
Bupati Sitaro telah mengeluarkan SK tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026 yang menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 5-18 Januari 2026.