KBM di Tiga Provinsi Sumatra Pulih Meski Masih dari Tenda

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatera Utara memastikan kembali kegiatan belajar mengajar setelah bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025. Meski masih ada beberapa sekolah yang melaksanakan pembelajaran dari tenda darurat.

Sampai saat ini proses pembelajaran telah berjalan dengan baik di tiga provinsi tersebut, namun masih ada beberapa sarana fisik yang perlu diperbaiki. Wakil Menteri Atip Latipulhayat menyatakan bahwa seluruh proses pembelajaran sudah 100 persen, kecuali untuk sarana fisiknya.

Ada 4.359 sekolah terdampak bencana, dengan sebaran terbesar di Aceh sebanyak 3.703 sekolah. Di Aceh, sebanyak 2.966 sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran di lokasi asal setelah melalui pembersihan akibat kerusakan ringan. Namun, ada 82 sekolah masih beroperasi di tenda darurat dan 25 sekolah menumpang di sekolah lain.

Atip meminta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menyelesaikan masalah ini. Pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak akan diprioritaskan melalui dana revitalisasi pada tahun ini.

Di Sumatra Barat, masih ada 41 sekolah yang melaksanakan pembelajaran di tenda darurat dan dua sekolah menumpang. Di Sumatera Utara, tidak ada sekolah dengan status menumpang.

Kemdikdasmen telah menyalurkan berbagai bantuan, seperti 30.500 paket peralatan sekolah, 168 unit tenda darurat, dan 147 ruang kelas darurat. Selain itu, bantuan pendidikan darurat untuk 1.339 satuan pendidikan disalurkan senilai Rp12,2 miliar.

Pemerintah juga menyalurkan tunjangan khusus guru kepada 16.467 guru senilai Rp32,9 miliar dan mendistribusikan 7.067 eksemplar buku pembelajaran. Selain itu, pemerintah memberikan dukungan psikososial di 680 satuan pendidikan senilai Rp2,7 miliar.

Pembelajaran telah berlangsung dengan baik di Aceh, meski terkendala faktor transportasi. Pemerintah juga merealisasikan pembayaran berbagai tunjangan guru senilai Rp500,89 miliar serta bantuan untuk 21 ribu satuan pendidikan terdampak senilai Rp1,98 triliun.
 
Aku pikir ini masih sangat lama lagi aku harus nanggung di rumah aja 😒. Apalagi di Aceh dan Sumatera Utara masih banyak sekolah yang belum bisa kembali ke lokasi asal. Tapi pemerintah sudah punya rencana untuk membangun kembali sekolah-sekolah tersebut, baik dengan bantuan dari BNPB maupun dana revitalisasi. Itu kayaknya adalah langkah positif. 🤞 Namun aku masih khawatir bagaimana proses pembelajaran akan berjalan nanti di beberapa sekolah yang belum selesai. Misalnya, bagaimana dengan transportasi, aki? Aku harap pemerintah sudah siap untuk mengatasi masalah itu. 🚗
 
okee sekolah di Aceh dan Sumatera Utara udah kembali normal, tapi masih ada beberapa yang gak asli, misalnya tenda darurat. kalau mau bisa segera buangin tenda darurat itu aja, nanti jalan learningnya lebih lancar.
 
Pada akhirnya kembali normal sih, sekolah-sekolah di Aceh dan Sumatera Utara bisa beroperasi normal setelah bencana hidrometeorologi tahun lalu 🙌.

Sampai sekarang masih ada 82 sekolah di Aceh yang belom bisa beroperasi normal, tapi sudah mulai kembali melaksanakan pembelajaran di tenda darurat. Saya harap semuanya bisa kembali ke normalnya 🤞.

Guru juga nanti bakal mendapatkan tunjangan khusus senilai Rp32,9 miliar, itu juga bagus banget untuk mereka yang sudah lama tidak mendapat upah dengan baik 💸.

Sekarang ini pemerintah nanti harus fokus dalam membangun kembali sekolah-sekolah terdampak, sehingga anak-anak bisa melanjutkan pembelajaran dengan normal 🏫.
 
Wow 🤩, kayaknya proses belajar mengajar di Aceh udah kembali normal banget setelah bencana hidrometeorologi, tapi masih ada beberapa sekolah yang perlu diperbaiki nih 😔. Mau nggak kayak gini? Bayangkan gampangnya bisa jadi sekolah-sekolah terdampak masih belum beroperasi normal hingga tahun-tahun ke depan... 🤕
 
Aku pikir ini bisa dianggap sebagai kesempatan bagus buat kita Indonesia memahami betapa pentingnya keanekaragaman alam di sini 🌴. Bencana hidrometeorologi itu wajar banget, tapi aku senang melihat bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bekerja sama untuk memulihkan sekolah-sekolah yang terdampak 😊. Aku juga senang lihat ada bantuan yang diberikan kepada guru dan sekolah-sekolah, itu pasti sangat membantu 🙏. Tapi aku pikir kita harus juga memikirkan bagaimana cara kita bisa mengurangi dampak dari bencana-bencana seperti ini di masa depan 🤔.
 
aku pikir ini semua sengaja dilakukan pemerintah supaya kita tidak mengingat bencana yang sudah terjadi akhir tahun 2025. seperti di mana sekolah2 sengaja dihancurkan dan lalu kita diharuskan untuk belajar dari tenda darurat. tapi sepertinya sudah semua kembali normal di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. tapi aku masih ragu, ada tanda-tandanya yang tidak jelas. misalnya siapa yang benar-benar memprioritaskan pembangunan sekolah2 terdampak? apakah itu karena kebaikan hati atau ada sesuatu yang lebih di baliknya? 🤔
 
kembali
Top