Pemerintah DKI Jakarta mengklaim bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berdampak positif dalam mengurangi stunting dan menekan angka kemiskinan di Jakarta. Gubernur DKI, Pramono Anung Wibowo, mengatakan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan ekonomi Jakarta.
Menurut Pramono, program MBG telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih tinggi daripada nasional, yaitu 5,21 persen per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG telah berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jakarta.
Pramono juga mengklaim bahwa angka stunting di Jakarta telah menurun dan angka kemiskinan di Jakarta juga telah menekan. Namun, ia tidak memberikan jumlah pasti dari kedua hal tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap Badan Gizi Nasional karena program MBG sangat berdampak positif bagi masyarakat di Jakarta. Pramono berharap bahwa program ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah lain di Indonesia untuk mengadopsi.
Pemerintah DKI juga telah memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 707.520 siswa di sekolah-sekolah di Jakarta, yang merupakan insentif tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Pramono, program MBG telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi Jakarta yang lebih tinggi daripada nasional, yaitu 5,21 persen per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa program MBG telah berdampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jakarta.
Pramono juga mengklaim bahwa angka stunting di Jakarta telah menurun dan angka kemiskinan di Jakarta juga telah menekan. Namun, ia tidak memberikan jumlah pasti dari kedua hal tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi terhadap Badan Gizi Nasional karena program MBG sangat berdampak positif bagi masyarakat di Jakarta. Pramono berharap bahwa program ini dapat menjadi contoh bagi pemerintah lain di Indonesia untuk mengadopsi.
Pemerintah DKI juga telah memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada 707.520 siswa di sekolah-sekolah di Jakarta, yang merupakan insentif tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.