Terdapat dua kasus super flu yang ditemukan di Bali, tetapi menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hal ini tidak perlu membuat masyarakat panik. Ia menjelaskan bahwa super flu adalah penyakit influenza biasa dengan tingkat fatalitas yang sangat rendah.
Kasus-kasus super flu ini terpapar virus sejak Oktober 2025 dan berhasil diidentifikasi secara resmi pada pertengahan Januari 2026. Dua penyintas yang mengalami demam dan sesak nafas akhirnya dinyatakan sembuh pada akhir tahun lalu.
Menurut Budi, kasus-kasus super flu seperti ini merupakan fenomena influenza yang berulang setiap tahun, terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau terjadi perubahan cuaca ekstrem. Ia sarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan mereka sehingga imun sistem dapat melawan penyakit.
Pemeriksaan Genome Seluru yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 25 Desember 2025 menunjukkan bahwa virus subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus tahun lalu. Hasil ini didukung oleh data dari dua provinsi lainnya, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Meski tidak memiliki risiko kematian yang tinggi, namun beberapa negara menanggapi fenomena super flu dengan serius. Di Cina, misalnya, lembaga Center of Diseases Control melakukan pemantauan terhadap situasi influenza secara berkala dan melaporkan perkembangan di setiap hari.
Kasus-kasus super flu ini terpapar virus sejak Oktober 2025 dan berhasil diidentifikasi secara resmi pada pertengahan Januari 2026. Dua penyintas yang mengalami demam dan sesak nafas akhirnya dinyatakan sembuh pada akhir tahun lalu.
Menurut Budi, kasus-kasus super flu seperti ini merupakan fenomena influenza yang berulang setiap tahun, terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau terjadi perubahan cuaca ekstrem. Ia sarankan masyarakat untuk menjaga kesehatan mereka sehingga imun sistem dapat melawan penyakit.
Pemeriksaan Genome Seluru yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada 25 Desember 2025 menunjukkan bahwa virus subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus tahun lalu. Hasil ini didukung oleh data dari dua provinsi lainnya, yaitu Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Meski tidak memiliki risiko kematian yang tinggi, namun beberapa negara menanggapi fenomena super flu dengan serius. Di Cina, misalnya, lembaga Center of Diseases Control melakukan pemantauan terhadap situasi influenza secara berkala dan melaporkan perkembangan di setiap hari.