Kasus Bank BJB, KPK Dalami PMH Pengadaan Iklan & Aliran Uang

KPK Menguntumkan Penyidikan Bank BJB, Apa yang Terungkap?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk menguntumkan penyidikan terkait dengan kasus Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Penyidik KPK menemukan dugaan perbuatan melawan hukum dalam proses pengadaan iklan di bank tersebut, yang diduga dilakukan tanpa melalui proses dan mekanisme pengadaan barang yang sebagaimana mestinya.

Penyelidikan ini juga mencakup penyusuran aliran uang dari dana non-bujeter yang bersumber dari sisa anggaran pengadaan iklan yang tidak digunakan. Penyidik KPK menyatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk mengungkap sejumlah pihak yang turut menerima aliran uang tersebut.

Penyelidikan ini didorong oleh laporan yang menunjukkan adanya kerugian negara mencapai Rp 222 miliar. Penyelidik KPK juga telah memeriksa mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai saksi, dan diperiksa sebagai pelaku yang berpotensi terlibat dalam kasus ini.

Tersangka lainnya adalah mantan Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi; Pimpinan Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto; Pengendali Agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Kin Asikin Dulmanan; Pengendali Agensi BSC Advertising dan PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WSBE) Suhendrik; dan Pengendali PT Cipta Karya Sukses Bersama (CKSB) dan PT Cipta Karya Mandiri Bersama (CKMB) Raden Sophan Jaya Kusuma.

Kasus ini menuntut penyelidikan yang lebih lanjut, karena adanya dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengadaan iklan di bank tersebut. Penyidik KPK akan terus mengejar sumber aliran uang dan menemukan siapa yang turut menerima aliran tersebut.
 
Gue pikir ini masalah besar banget, kalau tidak ada kasus korupsi seperti ini, pasti kita tidak punya kemajuan. tapi gue rasa penyidikan ini perlu dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai ada yang terluka atau terkena kesan salah kaprah. Mantan Gubernur Ridwan Kamil ini, gue rasa harus dibawa ke pengadilan karena kalau tidak, siapa yang akan bertanggung jawab? dan yang lainnya seperti Yuddy Renaldi, Widi Hartoto, dll, pasti ada alasan di balik semua ini.
 
Kasus ini bikin aku penasaran banget! Aku pikir mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu sebenarnya apa aja lama-lama? Apakah dia benar-benar tidak terlibat dalam kasus ini? Aku harap penyelidik KPK bisa menemukan jawabannya dan mengungkap siapa yang benar-benar bersalah. Dan mau ngebahas apa saja dalam proses pengadaan iklan di bank BJB itu, kayaknya perlu ada transparansi banget! 🤔
 
Paham, kasus ini memang lucu banget, ada yang belom tahu kalau ada kerugian negara Rp 222 miliar?! kayaknya ada yang naksir banyak uang dari bank, dan juga ada yang kurang pintar dalam mengelola iklan di bank. tapi apa yang penting adalah KPK terus menerus untuk mengejar kasus ini dan menemukan siapa yang terlibat.
 
Aku pikir kasus ini cukup serius, tapi apa yang pasti adalah KPK harus bisa menemukan bukti yang kuat sebelum menyasar siapa saja yang terlibat dalam kasus ini. Aku tidak ingin membela siapa pun, tapi aku rasa penyelidikan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan transparan. Aku juga sedikit khawatir mengenai reputasi bank BJB dan apakah mereka sudah melakukan langkah-langkah yang cukup untuk mencegah hal ini terjadi lagi di masa depan.
 
ini kisahnya, kalau punya kekuasaan dan pengaruh, gak perlu takut kehilangan privasi, kan? sekarang semua orang pasti ngetawin siapa yang melibatkan dalam kasus ini, tapi siapa bilang siapa aja yang benar atau salah? apa kudu kita lupa bahwa setiap orang punya hak untuk bertanya dan mencari kebenaran? tapi apa kalau kebenaran tidak menyenangkan? apa kalau ada yang terlibat dan terpaksa jatuh?
 
Gue pikir ini kasus yang serius banget, kan? 🤔 KPK harus ngawasi baik-baik, karena kalau ada kerugian negara sebesar Rp 222 miliar, itu bikin kita merasa tidak nyaman. 📊 Perusahaan bank BJB yang terlibat ini harus jujur dengan apa yang dilakukannya, dan gue berharap penyelidikan ini bisa menemukan jawaban dari semua pihak yang terlibat. 💸

Gue lihat data dari Bank Indonesia, mereka punya anggaran untuk pengadaan iklan sebesar Rp 1,3 triliun, tapi kalau dihitung dengan rate kontrak yang ada, itu bikin kita pikir apa yang dilakukan? 📊 Gue juga lihat bahwa ada beberapa perusahaan yang terlibat dalam kasus ini, seperti PT Cipta Karya dan agensi-agensi lainnya. Mereka harus jujur apa yang dilakukannya dengan uang negara. 🤦‍♂️

Gue pikir ini kasus yang bisa dijadikan pelajaran bagi semua perusahaan di Indonesia, bahwa kita harus lebih transparan dan jujur dalam pengelolaan dana. 💡 KPK harus terus mengejar penyelidikan ini sampai selesai, agar kita bisa tahu apa yang terjadi dengan uang negara dan bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini di masa depan. 🔍
 
kembali
Top