Kapolri Menolak Usul Polri di Bawah Kementerian, Pilih Jadi Petani!
Menteri Kepolisian (Polri) Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya menolak usulan untuk menggabungkan Polri di bawah kementerian. Menurutnya, posisi Polri saat ini sudah ideal dan tidak perlu diubah lagi.
Dalam kesempatan rapat kerja bersama Komisi III DPR, Listyo meminta maaf kepada seluruh anggota Komisi yang menilai usulan tersebut menarik. Ia juga menyampaikan bahwa institusi Polri tetap menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.
"Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap berada di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot," kata Listyo.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi petani lebih baik daripada menjadi menteri kepolisian. Menurutnya, ia sudah menerima pesan untuk menjadi menteri kepolisian dari beberapa orang melalui WA, namun ia tetap menolak usulan tersebut.
"Kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, 'mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?'. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," kata Listyo.
Posisi Polri saat ini sudah ideal dan tidak perlu diubah lagi, menurutnya. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa harus ada kementerian yang kemudian menimbulkan potensi "matahari kembar".
Menteri Kepolisian (Polri) Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya menolak usulan untuk menggabungkan Polri di bawah kementerian. Menurutnya, posisi Polri saat ini sudah ideal dan tidak perlu diubah lagi.
Dalam kesempatan rapat kerja bersama Komisi III DPR, Listyo meminta maaf kepada seluruh anggota Komisi yang menilai usulan tersebut menarik. Ia juga menyampaikan bahwa institusi Polri tetap menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang harkamtibmas dan hukum.
"Oleh karena itu, apabila ada pilihan apakah polisi tetap berada di bawah presiden atau polisi tetap berada di bawah presiden namun ada menteri kepolisian, saya memilih Kapolri saja yang dicopot," kata Listyo.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi petani lebih baik daripada menjadi menteri kepolisian. Menurutnya, ia sudah menerima pesan untuk menjadi menteri kepolisian dari beberapa orang melalui WA, namun ia tetap menolak usulan tersebut.
"Kalau saya harus memilih, kemarin sudah saya sampaikan, bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan ke saya lewat WA, 'mau ndak Pak Kapolri jadi Menteri Kepolisian?'. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan bapak-ibuk sekalian, dan seluruh jajaran bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian, dan kalaupun saya yang jadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja," kata Listyo.
Posisi Polri saat ini sudah ideal dan tidak perlu diubah lagi, menurutnya. Polri bisa menjadi alat negara yang memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa harus ada kementerian yang kemudian menimbulkan potensi "matahari kembar".