Pasar Modal Indonesia Mencapai Puncak Kinerja, Kapitalisasi Pasar Saham Tumbuh Rp15,560 Triliun di Oktober 2025
Kapitalisasi pasar saham di Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada bulan Oktober 2025 dengan nilai sebesar Rp15,560 triliun. Pencapaian ini disebabkan oleh sentimen global yang membaik dan ketahanan ekonomi domestik yang meningkat.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level all-time high sebesar 8.274,34 pada tanggal 23 Oktober 2025. Peningkatan ini didukung oleh likuiditas transaksi yang sangat kuat.
Lokasi pasar saham juga menunjukkan kinerja positif dengan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham mencatatkan rekor baru sebesar Rp25,06 triliun pada bulan Oktober 2025. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penguatan pasar didukung oleh aktivitas beli investor asing yang mencatatkan net buy sebesar Rp12,96 triliun secara month-to-month pada bulan Oktober. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun, posisi mereka masih memiliki net sell sebesar Rp41,79 triliun.
Pasar obligasi domestik juga menunjukkan tren positif dengan Indeks Komposit Obligasi (ICBI) naik 2,02 persen secara bulanan menjadi level 438,03. Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan 25,68 bps atau 88,36 bps secara tahunan.
Investor non-resident membuka net sell pada pasar SBN sebesar Rp27,56 triliun rupiah per bulan Oktober 2025 dan net buy sebesar Rp3,89 triliun rupiah sepanjang tahun.
Kapitalisasi pasar saham di Indonesia mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada bulan Oktober 2025 dengan nilai sebesar Rp15,560 triliun. Pencapaian ini disebabkan oleh sentimen global yang membaik dan ketahanan ekonomi domestik yang meningkat.
Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai level all-time high sebesar 8.274,34 pada tanggal 23 Oktober 2025. Peningkatan ini didukung oleh likuiditas transaksi yang sangat kuat.
Lokasi pasar saham juga menunjukkan kinerja positif dengan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) saham mencatatkan rekor baru sebesar Rp25,06 triliun pada bulan Oktober 2025. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Penguatan pasar didukung oleh aktivitas beli investor asing yang mencatatkan net buy sebesar Rp12,96 triliun secara month-to-month pada bulan Oktober. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun, posisi mereka masih memiliki net sell sebesar Rp41,79 triliun.
Pasar obligasi domestik juga menunjukkan tren positif dengan Indeks Komposit Obligasi (ICBI) naik 2,02 persen secara bulanan menjadi level 438,03. Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan 25,68 bps atau 88,36 bps secara tahunan.
Investor non-resident membuka net sell pada pasar SBN sebesar Rp27,56 triliun rupiah per bulan Oktober 2025 dan net buy sebesar Rp3,89 triliun rupiah sepanjang tahun.