Bulan Syaban, bulan kedelapan dalam penanggalan Hijriah, merupakan momen penting bagi umat Islam karena terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Pada malam nisfu syaban, yang jatuh pada tanggal 15 Syaban, dikenal sebagai Malam Maghfirah atau Malam Pengampunan karena diyakini Allah memberikan ampunan kepada hamba-hambanya yang memohon taubat.
Malam Nisfu Syaban dijadikan momen untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Sholat sunah pada malam ini umumnya dimulai setelah Maghrib tanggal 2 Februari 2026, yaitu Selasa 3 Februari 2026, hingga sebelum terbit fajar. Namun, tidak ada ketentuan khusus apakah harus dilakukan setelah Maghrib atau Isya.
Para ulama memiliki pandangan yang beragam tentang sholat pada malam Nisfu Syaban. Beberapa membolehkan dan menganjurkan sholat sebagai ibadah malam, sedangkan yang lain menilai bahwa sholat khusus dengan jumlah rakaat tertentu tidak memiliki dalil hadis sahih yang kuat.
Jika dikerjakan dua rakaat, sholat pada malam Nisfu Syaban dapat dilakukan seperti sholat sunah biasa. Rakaat pertama melibatkan niat sholat sunah dan tibalah. Rakaat kedua melibatkan membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas, kemudian rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan lalu sujud kembali.
Sementara itu, para ulama menegaskan bahwa yang terpenting dalam sholat malam Nisfu Syaban adalah keikhlasan dan kekhusyukan, bukan pada pengulangan surat tertentu atau jumlah rakaatnya.
Malam Nisfu Syaban dijadikan momen untuk berzikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa. Sholat sunah pada malam ini umumnya dimulai setelah Maghrib tanggal 2 Februari 2026, yaitu Selasa 3 Februari 2026, hingga sebelum terbit fajar. Namun, tidak ada ketentuan khusus apakah harus dilakukan setelah Maghrib atau Isya.
Para ulama memiliki pandangan yang beragam tentang sholat pada malam Nisfu Syaban. Beberapa membolehkan dan menganjurkan sholat sebagai ibadah malam, sedangkan yang lain menilai bahwa sholat khusus dengan jumlah rakaat tertentu tidak memiliki dalil hadis sahih yang kuat.
Jika dikerjakan dua rakaat, sholat pada malam Nisfu Syaban dapat dilakukan seperti sholat sunah biasa. Rakaat pertama melibatkan niat sholat sunah dan tibalah. Rakaat kedua melibatkan membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas, kemudian rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan lalu sujud kembali.
Sementara itu, para ulama menegaskan bahwa yang terpenting dalam sholat malam Nisfu Syaban adalah keikhlasan dan kekhusyukan, bukan pada pengulangan surat tertentu atau jumlah rakaatnya.