Operasi Nataru 2025/2026 Berjalan Lancar, Polri Gelutkan Arus Lalu Lintas
Operasi Nataru 2025/2026 yang dilaksanakan oleh Polri telah berlangsung dengan lancar dan aman. Menurut Irjen Agus Suryonugroho, Ketua Kepolisian Resor I (Korlantas) Polri, operasi ini diawali dengan kerja sama antara Polda Jabar dan Polres Bogor yang menggandeng Supaltas untuk membantu mengatur lalu lintas. Hal ini membantu masyarakat ikut bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan kelancaran di jalan.
"Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Polda Jabar dan Polres Bogor dalam operasi ini," kata Agus. "Dengan kerja sama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, kami dapat menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar."
Sampai saat ini, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol sudah mencapai 96 persen, sedangkan arus balik tidak mengalami peningkatan yang signifikan. "Berkaitan dengan traffic counting, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta itu 2.900.000, jadi sudah kembali itu 96 persen," kata Agus.
Selain itu, hasil analisa dan evaluasi peristiwa kecelakaan turun cukup signifikan, yaitu fatalitas korban meninggal dunia dari kecelakaan yang meninggal dunia turun 27,12 persen. Hal ini merupakan luar biasa karena Operasi Natal atau Lilin adalah operasi kemanusiaan sehingga keselamatan dan kelancaran di jalan itu bagian daripada yang utama.
"Peristiwanya itu turun 7 persen. Ini luar biasa karena kami dapat mencegah korban meninggal dunia," pungkas Agus.
Operasi Nataru 2025/2026 yang dilaksanakan oleh Polri telah berlangsung dengan lancar dan aman. Menurut Irjen Agus Suryonugroho, Ketua Kepolisian Resor I (Korlantas) Polri, operasi ini diawali dengan kerja sama antara Polda Jabar dan Polres Bogor yang menggandeng Supaltas untuk membantu mengatur lalu lintas. Hal ini membantu masyarakat ikut bertanggung jawab dalam menjaga keselamatan dan kelancaran di jalan.
"Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Polda Jabar dan Polres Bogor dalam operasi ini," kata Agus. "Dengan kerja sama antara Polri, pemerintah, dan masyarakat, kami dapat menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar."
Sampai saat ini, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui tol sudah mencapai 96 persen, sedangkan arus balik tidak mengalami peningkatan yang signifikan. "Berkaitan dengan traffic counting, proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta itu 2.900.000, jadi sudah kembali itu 96 persen," kata Agus.
Selain itu, hasil analisa dan evaluasi peristiwa kecelakaan turun cukup signifikan, yaitu fatalitas korban meninggal dunia dari kecelakaan yang meninggal dunia turun 27,12 persen. Hal ini merupakan luar biasa karena Operasi Natal atau Lilin adalah operasi kemanusiaan sehingga keselamatan dan kelancaran di jalan itu bagian daripada yang utama.
"Peristiwanya itu turun 7 persen. Ini luar biasa karena kami dapat mencegah korban meninggal dunia," pungkas Agus.