KAI Pastikan Pemanfaatan BBM Subsidi Akuntabel
Diketahui, total pemanfaatan BBM subsidi KAI pada 2025 mencapai 212,553,184 kiloliter. Pengelolaan tersebut terdiri dari kereta api penumpang (189,517,190 liter), angkutan peti kemas (15,312,014 liter), parcel (3,775,884 liter), semen (3,275,026 liter), serta klinker (673,070 liter). Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara akuntabel dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk memastikan setiap pemanfaatan energi bersubsidi tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian.
Tata kelola perusahaan yang baik menjadi landasan utama dalam perencanaan, penggunaan, dan pengawasan BBM subsidi. Anne Purba menyampaikan bahwa pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi dengan memastikan subsidi energi dikelola secara akuntabel untuk kepentingan publik dan keberlanjutan layanan.
Selain itu, KAI juga mencatat volume angkutan barang sebesar 69,791,691 ton pada 2025, meningkat dibandingkan 2024. Penguatan akuntabilitas pemanfaatan BBM subsidi dilaksanakan melalui pengawasan berlapis serta koordinasi berkelanjutan bersama BPH Migas.
KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPH Migas dan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan BBM subsidi tetap selaras dengan tata kelola perusahaan yang baik serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Diketahui, total pemanfaatan BBM subsidi KAI pada 2025 mencapai 212,553,184 kiloliter. Pengelolaan tersebut terdiri dari kereta api penumpang (189,517,190 liter), angkutan peti kemas (15,312,014 liter), parcel (3,775,884 liter), semen (3,275,026 liter), serta klinker (673,070 liter). Menurut Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara akuntabel dan bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk memastikan setiap pemanfaatan energi bersubsidi tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian.
Tata kelola perusahaan yang baik menjadi landasan utama dalam perencanaan, penggunaan, dan pengawasan BBM subsidi. Anne Purba menyampaikan bahwa pemanfaatan BBM subsidi dilakukan secara transparan dan sesuai regulasi dengan memastikan subsidi energi dikelola secara akuntabel untuk kepentingan publik dan keberlanjutan layanan.
Selain itu, KAI juga mencatat volume angkutan barang sebesar 69,791,691 ton pada 2025, meningkat dibandingkan 2024. Penguatan akuntabilitas pemanfaatan BBM subsidi dilaksanakan melalui pengawasan berlapis serta koordinasi berkelanjutan bersama BPH Migas.
KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPH Migas dan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan BBM subsidi tetap selaras dengan tata kelola perusahaan yang baik serta memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.