Kaesang Tolak Laporan ABS, PSI Jadi Kunci Menang Pemilu 2029
Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menolak laporan "Asal Bapak Senang" (ABS). Kaesang ini menyatakan bahwa dalam evaluasi internal partai, dia akan memantau kerja seluruh struktur PSI, bukan hanya di tingkat nasional. Dia juga ingin memastikan bahwa semua kabupaten/kota memiliki data yang akurat tentang kinerja partai.
Kaesang menekankan pentingnya restrukturisasi partai yang dapat diukur secara nyata, bukan sekadar laporan normatif tanpa substansi. Dia ingin menunjukkan bahwa partai harus memiliki struktur yang kuat dan solid untuk meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029.
Faldo Maldini, Ketua Bidang Komunikasi Publik DPP PSI, mengatakan bahwa penolakan terhadap praktik ABS menjadi penegasan kekuatan partai harus dibangun dari data dan kinerja yang terukur. Struktur partai bukan sesuatu yang bisa direkayasa lewat laporan deskriptif semata.
Kaesang juga ingin menghindari praktik "tipu-tipi asal bos senang" yang hanya menghasilkan laporan yang tidak akurat. Dia ingin memastikan bahwa semua data yang dihasilkan adalah real dan dapat diukur kuantitatif, bukan deskriptif.
Dengan menolak laporan ABS, Kaesang ingin membawa PSI ke fase baru dengan meningkatkan kemampuan partai dalam menghadapi tantangan politik. Dia percaya bahwa dengan memiliki struktur yang kuat dan solid, PSI dapat meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029.
Dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep menolak laporan "Asal Bapak Senang" (ABS). Kaesang ini menyatakan bahwa dalam evaluasi internal partai, dia akan memantau kerja seluruh struktur PSI, bukan hanya di tingkat nasional. Dia juga ingin memastikan bahwa semua kabupaten/kota memiliki data yang akurat tentang kinerja partai.
Kaesang menekankan pentingnya restrukturisasi partai yang dapat diukur secara nyata, bukan sekadar laporan normatif tanpa substansi. Dia ingin menunjukkan bahwa partai harus memiliki struktur yang kuat dan solid untuk meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029.
Faldo Maldini, Ketua Bidang Komunikasi Publik DPP PSI, mengatakan bahwa penolakan terhadap praktik ABS menjadi penegasan kekuatan partai harus dibangun dari data dan kinerja yang terukur. Struktur partai bukan sesuatu yang bisa direkayasa lewat laporan deskriptif semata.
Kaesang juga ingin menghindari praktik "tipu-tipi asal bos senang" yang hanya menghasilkan laporan yang tidak akurat. Dia ingin memastikan bahwa semua data yang dihasilkan adalah real dan dapat diukur kuantitatif, bukan deskriptif.
Dengan menolak laporan ABS, Kaesang ingin membawa PSI ke fase baru dengan meningkatkan kemampuan partai dalam menghadapi tantangan politik. Dia percaya bahwa dengan memiliki struktur yang kuat dan solid, PSI dapat meraih hasil maksimal dalam Pemilu 2029.