Real Madrid kembali menghadapi persimpangan besar setelah kepergian Xabi Alonso yang sebenarnya lebih cepat daripada rencana awal. Tujuh bulan setelah ditunjuk sebagai pengganti Carlo Ancelotti, Alonso resmi meninggalkan Santiago Bernabéu usai kekalahan 2-3 dari Barcelona dalam final Piala Super Spanyol Minggu lalu.
Di balik hasil El Clasico tersebut, sumber internal menyebutkan bahwa faktor non-teknis turut mempercepat perpisahan Alonso dengan beberapa pemain. Hubungan Alonso dengan sejumlah pemain dikabarkan merenggang dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan di ruang ganti bahkan disebut melampaui isu yang sebelumnya mencuat terkait Vinícius Junior.
Manajemen Real Madrid bergerak cepat menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara, namun penunjukan ini diyakini hanya bersifat interim sembari Florentino Pérez dan jajaran direksi menyusun rencana besar untuk kursi pelatih jangka panjang. Nama Jürgen Klopp mencuat sebagai kandidat utama dan disebut sebagai figur impian Pérez untuk memimpin Real Madrid.
Klopp dikenal sebagai pelatih berkarakter kuat dengan rekam jejak mentereng. Selama sembilan musim bersama Liverpool, ia berhasil mengakhiri penantian 30 tahun gelar Liga Inggris dan membawa The Reds meraih trofi Liga Champions. Filosofi sepak bolanya yang intens, agresif, dan sarat emosi dinilai sejalan dengan DNA kompetitif Real Madrid.
Selain prestasi, kemampuan Klopp membangun suasana kekeluargaan di ruang ganti juga menjadi nilai tambah. Hal ini dianggap penting untuk meredam gejolak internal yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab tumbangnya era singkat Alonso.
Meski begitu, peluang mendatangkan Klopp tak sepenuhnya mudah. Saat ini, pelatih asal Jerman tersebut menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull sejak Januari 2025 dan mengawasi operasional sepak bola klub-klub di bawah naungan Red Bull.
Jika upaya mendekati Klopp menemui jalan buntu, Real Madrid disebut telah menyiapkan alternatif. Salah satu nama yang masuk radar dan mendapat apresiasi tinggi adalah Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu dinilai memiliki pendekatan taktik modern dan pengalaman membangun tim dengan struktur permainan yang rapi.
Madrid kembali berjudi dengan keputusan besar ini. Apakah Florentino Pérez akan menunggu hingga akhir musim untuk mengejar Klopp sebagai proyek besar berikutnya, atau justru memberi kepercayaan penuh kepada sosok baru seperti Maresca? Satu hal yang pasti, kursi pelatih Real Madrid kembali menjadi salah satu posisi paling panas di sepak bola Eropa.
Di balik hasil El Clasico tersebut, sumber internal menyebutkan bahwa faktor non-teknis turut mempercepat perpisahan Alonso dengan beberapa pemain. Hubungan Alonso dengan sejumlah pemain dikabarkan merenggang dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan di ruang ganti bahkan disebut melampaui isu yang sebelumnya mencuat terkait Vinícius Junior.
Manajemen Real Madrid bergerak cepat menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pelatih sementara, namun penunjukan ini diyakini hanya bersifat interim sembari Florentino Pérez dan jajaran direksi menyusun rencana besar untuk kursi pelatih jangka panjang. Nama Jürgen Klopp mencuat sebagai kandidat utama dan disebut sebagai figur impian Pérez untuk memimpin Real Madrid.
Klopp dikenal sebagai pelatih berkarakter kuat dengan rekam jejak mentereng. Selama sembilan musim bersama Liverpool, ia berhasil mengakhiri penantian 30 tahun gelar Liga Inggris dan membawa The Reds meraih trofi Liga Champions. Filosofi sepak bolanya yang intens, agresif, dan sarat emosi dinilai sejalan dengan DNA kompetitif Real Madrid.
Selain prestasi, kemampuan Klopp membangun suasana kekeluargaan di ruang ganti juga menjadi nilai tambah. Hal ini dianggap penting untuk meredam gejolak internal yang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab tumbangnya era singkat Alonso.
Meski begitu, peluang mendatangkan Klopp tak sepenuhnya mudah. Saat ini, pelatih asal Jerman tersebut menjabat sebagai Head of Global Soccer Red Bull sejak Januari 2025 dan mengawasi operasional sepak bola klub-klub di bawah naungan Red Bull.
Jika upaya mendekati Klopp menemui jalan buntu, Real Madrid disebut telah menyiapkan alternatif. Salah satu nama yang masuk radar dan mendapat apresiasi tinggi adalah Enzo Maresca. Pelatih asal Italia itu dinilai memiliki pendekatan taktik modern dan pengalaman membangun tim dengan struktur permainan yang rapi.
Madrid kembali berjudi dengan keputusan besar ini. Apakah Florentino Pérez akan menunggu hingga akhir musim untuk mengejar Klopp sebagai proyek besar berikutnya, atau justru memberi kepercayaan penuh kepada sosok baru seperti Maresca? Satu hal yang pasti, kursi pelatih Real Madrid kembali menjadi salah satu posisi paling panas di sepak bola Eropa.