Bencana Longsor di Cisarua, Jatim Bawa Trauma untuk Warga Jawa Barat. Saat ini masih ada 65 orang yang hilang akibat longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hari ketiga pencarian tim SAR, terus dilakukan operasi untuk menemukan 113 warga yang terdampak bencana ini. Sebagai bukti dari keberhasilan tim SAR, sekitar 25 orang telah ditemukan meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat dan masih ada 65 orang yang belum ditemukan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa hari ini tim gabungan melaksanakan pencarian dengan metode manual, alkon hingga penggunaan alat berat untuk mencari korban yang masih hilang.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Relawan dan Komunitas SAR akan melaksanakan pencarian di dua sektor yaitu Sektor A di bagian Timur dan Sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu.
Sekitar 9 ekskavator akan dikerahkan untuk melaksanakan pencarian. Sedangkan potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR. Saat ini, sudah dievakuasi 25 kantung jenazah dan masih ada kurang lebih 65 orang yang masih dalam pencarian.
Tentu saja identifikasi korban masih dalam proses pihak DVI. Setiap kantung jenazah akan diserahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI akan merilis data-data tentang data korban tersebut.
Direktur Yudhi berharap hari ini cuaca mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari. Hal ini disebabkan karena cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.
Hari ketiga pencarian tim SAR, terus dilakukan operasi untuk menemukan 113 warga yang terdampak bencana ini. Sebagai bukti dari keberhasilan tim SAR, sekitar 25 orang telah ditemukan meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat dan masih ada 65 orang yang belum ditemukan.
Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyatakan bahwa hari ini tim gabungan melaksanakan pencarian dengan metode manual, alkon hingga penggunaan alat berat untuk mencari korban yang masih hilang.
Tim SAR yang terdiri dari Basarnas, TNI/POLRI, Kementrian PU, BNPB, Kementrian Kesehatan, BUMN, BUMD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Relawan dan Komunitas SAR akan melaksanakan pencarian di dua sektor yaitu Sektor A di bagian Timur dan Sektor B di bagian barat Desa Pasirlangu.
Sekitar 9 ekskavator akan dikerahkan untuk melaksanakan pencarian. Sedangkan potensi SAR yang terlibat sebanyak 2.129 potensi SAR. Saat ini, sudah dievakuasi 25 kantung jenazah dan masih ada kurang lebih 65 orang yang masih dalam pencarian.
Tentu saja identifikasi korban masih dalam proses pihak DVI. Setiap kantung jenazah akan diserahkan ke pihak DVI untuk dilaksanakan identifikasi, selanjutnya tim DVI akan merilis data-data tentang data korban tersebut.
Direktur Yudhi berharap hari ini cuaca mendukung sehingga pencarian dapat berjalan secara maksimal hingga sore hari. Hal ini disebabkan karena cuaca sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan operasi SAR.