Pencarian Korban KM Putri Sakinah Tergantung pada Tanda-Tanda Penemuan, 2 Anak Masih Dicari
Labuan Bajo, VIVA - Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah selama tiga hari ke depan. Pencarian ini dilakukan setelah ditemukannya jenazah pelatih Valencia FC asal Spanyol, Martin Carreras Fernando.
Jenazah Martin ditemukan terapung di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E, atau sekitar 1,13 nautical mile (sekitar 2 kilometer) dari titik tenggelamnya kapal. Dengan demikian, pencarian diperpanjang untuk menemukan dua anak Martin yang masih dinyatakan hilang.
Pengurus Tim SAR Gabungan memperkirakan bahwa operasi ini dapat berakhir jika ada tanda-tanda penemuan korban lain. "Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian akan kembali kita laksanakan selama 3 hari ke depan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 tentang Pencarian dan Pertolongan bahwa begitu adanya tanda-tanda korban, operasi SAR kita kembali buka," kata Kepala Kantor SAR Maumere.
Operasi pencarian diperpanjang ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya operasi pencarian diperpanjang dari 2 hingga 4 Januari 2026. Tim SAR Gabungan akan memfokuskan penyisiran di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca, sekitar dua kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Dua anak Martin yang masih dicari adalah Martin Garcia Mateo dan Martines Ortuno Maria Lia. Dalam tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025, Tim SAR Gabungan telah menemukan jenazah Martin Carreras Fernando. Sebelumnya, pada 29 Desember 2025, tim SAR juga menemukan jenazah seorang anak perempuan yang kemudian diidentifikasi sebagai Martines Ortuno Maria Lia.
Kronologi Singkat Tragedi KM Putri Sakinah
Tragedi terjadi saat kapal wisata KM Putri Sakinah yang mereka sewa berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Ketika memasuki Selat Padar, kapal diterjang gelombang setinggi sekitar tiga meter. Mesin kapal dilaporkan mati total sebelum akhirnya kapal tenggelam.
Tim SAR Gabungan akan terus berupaya menemukan dua anak Martin yang masih dicari. Semoga suatu hari nanti mereka dapat menemukan keberadaan kedua anak tersebut dan memberikan keluarga mereka rasa damai.
Labuan Bajo, VIVA - Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah selama tiga hari ke depan. Pencarian ini dilakukan setelah ditemukannya jenazah pelatih Valencia FC asal Spanyol, Martin Carreras Fernando.
Jenazah Martin ditemukan terapung di koordinat 8°36'32.58"S - 119°36'32.22"E, atau sekitar 1,13 nautical mile (sekitar 2 kilometer) dari titik tenggelamnya kapal. Dengan demikian, pencarian diperpanjang untuk menemukan dua anak Martin yang masih dinyatakan hilang.
Pengurus Tim SAR Gabungan memperkirakan bahwa operasi ini dapat berakhir jika ada tanda-tanda penemuan korban lain. "Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian akan kembali kita laksanakan selama 3 hari ke depan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 tentang Pencarian dan Pertolongan bahwa begitu adanya tanda-tanda korban, operasi SAR kita kembali buka," kata Kepala Kantor SAR Maumere.
Operasi pencarian diperpanjang ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya operasi pencarian diperpanjang dari 2 hingga 4 Januari 2026. Tim SAR Gabungan akan memfokuskan penyisiran di perairan antara Pulau Serai dan Pulau Rinca, sekitar dua kilometer dari lokasi tenggelamnya kapal.
Dua anak Martin yang masih dicari adalah Martin Garcia Mateo dan Martines Ortuno Maria Lia. Dalam tragedi tenggelamnya KM Putri Sakinah pada 26 Desember 2025, Tim SAR Gabungan telah menemukan jenazah Martin Carreras Fernando. Sebelumnya, pada 29 Desember 2025, tim SAR juga menemukan jenazah seorang anak perempuan yang kemudian diidentifikasi sebagai Martines Ortuno Maria Lia.
Kronologi Singkat Tragedi KM Putri Sakinah
Tragedi terjadi saat kapal wisata KM Putri Sakinah yang mereka sewa berlayar dari Pulau Kalong menuju Pulau Padar. Ketika memasuki Selat Padar, kapal diterjang gelombang setinggi sekitar tiga meter. Mesin kapal dilaporkan mati total sebelum akhirnya kapal tenggelam.
Tim SAR Gabungan akan terus berupaya menemukan dua anak Martin yang masih dicari. Semoga suatu hari nanti mereka dapat menemukan keberadaan kedua anak tersebut dan memberikan keluarga mereka rasa damai.