Jembatan Gantung di Sumsel Putus, 9 Orang Jatuh Alami Luka Berat, Warga Meninggal di Kebun
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan, baru saja mengalami kejadian insiden yang sangat menimpa. Jembatan gantung di Desa Anugrah Kemu, Kecamatan Pulau Beringin, dan Desa Campang Jaya, Kecamatan Kisam Ilir, putus saat puluhan warga menyeberangi jembatan. Akibatnya, sejumlah warga terjatuh dan menderita luka berat.
Menurut Camat Kisam Ilir Yuansyah, insiden ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) pukul 22.00 WIB. "Iya, ada jembatan gantung yang putus. Itu karena ada sekitar 50-an orang yang mau menyeberang, jadi jembatan tak kuat menahan beban," kata Camat Kisam Ilir.
Kejadian ini terjadi setelah warga mendapat informasi seorang warga meninggal di lokasi kebun. Masyarakat dan kerabat mencoba melihat dan membawa pulang jenazah, sehingga mereka menyeberangi jembatan tanpa memperhitungkan kapasitas muatan jembatan.
"Jembatan itu sudah cukup tua, dibangun 2008 yang lalu, kemudian misal kapasitas 1 ton-2 ton, tapi yang naik 7 ton, ya pasti putus. Apalagi, orang yang lewat situ sekitar 100-an orang bolak-balik," ujar Camat Kisam Ilir.
Insiden ini mengakibatkan 9 orang luka berat, salah satunya dilarikan ke RSUD Muara Dua karena luka di kepala. Sedangkan 8 orang lainnya dibawa ke Puskesmas Kisam Ilir.
Kejadian dramatis ini menegaskan pentingnya kesadaran dan keselamatan warga dalam menggunakan infrastruktur umum seperti jembatan gantung.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan, baru saja mengalami kejadian insiden yang sangat menimpa. Jembatan gantung di Desa Anugrah Kemu, Kecamatan Pulau Beringin, dan Desa Campang Jaya, Kecamatan Kisam Ilir, putus saat puluhan warga menyeberangi jembatan. Akibatnya, sejumlah warga terjatuh dan menderita luka berat.
Menurut Camat Kisam Ilir Yuansyah, insiden ini terjadi pada Rabu (28/1/2026) pukul 22.00 WIB. "Iya, ada jembatan gantung yang putus. Itu karena ada sekitar 50-an orang yang mau menyeberang, jadi jembatan tak kuat menahan beban," kata Camat Kisam Ilir.
Kejadian ini terjadi setelah warga mendapat informasi seorang warga meninggal di lokasi kebun. Masyarakat dan kerabat mencoba melihat dan membawa pulang jenazah, sehingga mereka menyeberangi jembatan tanpa memperhitungkan kapasitas muatan jembatan.
"Jembatan itu sudah cukup tua, dibangun 2008 yang lalu, kemudian misal kapasitas 1 ton-2 ton, tapi yang naik 7 ton, ya pasti putus. Apalagi, orang yang lewat situ sekitar 100-an orang bolak-balik," ujar Camat Kisam Ilir.
Insiden ini mengakibatkan 9 orang luka berat, salah satunya dilarikan ke RSUD Muara Dua karena luka di kepala. Sedangkan 8 orang lainnya dibawa ke Puskesmas Kisam Ilir.
Kejadian dramatis ini menegaskan pentingnya kesadaran dan keselamatan warga dalam menggunakan infrastruktur umum seperti jembatan gantung.