Jembatan Gantung di Sumsel Putus, 9 Orang Jatuh Alami Luka Berat
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, saat ini sedang mengalami kesulitan akibat penutupan jembatan gantung di perbatasan Desa Anugrah Kemu dan Desa Campang Jaya. Lebih dari 50 warga berhasil menyeberangi jembatan tersebut tanpa memperhatikan kapasitas muatannya, sehingga akhirnya jembatan itu putus.
Menurut Camat Kisam Ilir Yuansyah, insiden ini terjadi setelah warga mendapat kabar bahwa seorang warga meninggal di lokasi kebun. Masyarakat dan kerabat yang hadir menyeberangi jembatan untuk membawa pulang jenazah tanpa memperhitungkan kemampuan jembatan tersebut.
"Jembatan itu sudah cukup tua, dibangun sekitar 2008 lalu dengan kapasitas 1 ton-2 ton. Namun, ketika ada warga yang naik dengan beban berat 7 ton, maka jembatan itu pasti putus," kata Camat Kisam Ilir.
Akibat penutupan jembatan tersebut, sebanyak 9 orang berhasil menyeberangi dan terjatuh, beberapa dari mereka mengalami luka berat. Dalam keadaan seperti ini, Camat Kisam Ilir meminta agar masyarakat hati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar jembatan gantung tersebut.
"Kita harus berhati-hati saat menyeberangi jembatan, karena jika tidak memperhatikan kemampuan muatan jembatan, maka bisa terjadi kecelakaan yang serius," kata Camat Kisam Ilir.
Pulangannya, 9 orang yang mengalami kecelakaan di transfer ke RSUD Muara Dua dan Puskesmas Kisam Ilir.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, saat ini sedang mengalami kesulitan akibat penutupan jembatan gantung di perbatasan Desa Anugrah Kemu dan Desa Campang Jaya. Lebih dari 50 warga berhasil menyeberangi jembatan tersebut tanpa memperhatikan kapasitas muatannya, sehingga akhirnya jembatan itu putus.
Menurut Camat Kisam Ilir Yuansyah, insiden ini terjadi setelah warga mendapat kabar bahwa seorang warga meninggal di lokasi kebun. Masyarakat dan kerabat yang hadir menyeberangi jembatan untuk membawa pulang jenazah tanpa memperhitungkan kemampuan jembatan tersebut.
"Jembatan itu sudah cukup tua, dibangun sekitar 2008 lalu dengan kapasitas 1 ton-2 ton. Namun, ketika ada warga yang naik dengan beban berat 7 ton, maka jembatan itu pasti putus," kata Camat Kisam Ilir.
Akibat penutupan jembatan tersebut, sebanyak 9 orang berhasil menyeberangi dan terjatuh, beberapa dari mereka mengalami luka berat. Dalam keadaan seperti ini, Camat Kisam Ilir meminta agar masyarakat hati-hati dalam melakukan aktivitas di sekitar jembatan gantung tersebut.
"Kita harus berhati-hati saat menyeberangi jembatan, karena jika tidak memperhatikan kemampuan muatan jembatan, maka bisa terjadi kecelakaan yang serius," kata Camat Kisam Ilir.
Pulangannya, 9 orang yang mengalami kecelakaan di transfer ke RSUD Muara Dua dan Puskesmas Kisam Ilir.