Pendaki Kematian di Pondok Gede, Bekasi, Menjadi Korban Pembunuhan!
Dalam insiden yang mengejutkan, seorang pria, NHW (31), pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kamar kontrakan di Jalan Setia II Gang H Enting RT 04/006, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
Diperkirakan, korban ditemukan dalam posisi terlentang, ditutupi selimut, dengan kondisi tubuh membengkak dan menghitam. Kejadian ini mengejutkan karena korban seharusnya masuk kerja pada Senin (2/2) namun tidak ada kabar dan telepon seluler korban juga tidak dapat dihubungi.
Keberatan muncul dari rekan kerja korban, SR, yang kemudian mendatangi rumah kontrakan korban untuk membuka kamar bersama-sama. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi.
Polisi segera melakukan penyelidikan setelah penemuan korban. Dalam penyelidikan, petugas berhasil melacak dan menangkap dua terduga pelaku, AR dan AA, di Cianjur. Polisi masih menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku.
Dikatakan Kombes Budi Hermanto, penemuan jenazah bermula dari kecurigaan rekan kerja korban. Saat rekan kerja korban, SR, mendatangi rumah kontrakan korban untuk membuka kamar bersama-sama dan menemukan tubuh korban dalam posisi terlentang.
Kedua pelaku ini kemudian ditangkap di sebuah warung di Kampung Pasir Nungkuh, Cianjur. Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim mengatakan bahwa polisi akan mendalami peran masing-masing pelaku secara intensif.
Dalam insiden yang mengejutkan, seorang pria, NHW (31), pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, ditemukan tewas di kamar kontrakan di Jalan Setia II Gang H Enting RT 04/006, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.
Diperkirakan, korban ditemukan dalam posisi terlentang, ditutupi selimut, dengan kondisi tubuh membengkak dan menghitam. Kejadian ini mengejutkan karena korban seharusnya masuk kerja pada Senin (2/2) namun tidak ada kabar dan telepon seluler korban juga tidak dapat dihubungi.
Keberatan muncul dari rekan kerja korban, SR, yang kemudian mendatangi rumah kontrakan korban untuk membuka kamar bersama-sama. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi.
Polisi segera melakukan penyelidikan setelah penemuan korban. Dalam penyelidikan, petugas berhasil melacak dan menangkap dua terduga pelaku, AR dan AA, di Cianjur. Polisi masih menelusuri keterlibatan masing-masing pelaku.
Dikatakan Kombes Budi Hermanto, penemuan jenazah bermula dari kecurigaan rekan kerja korban. Saat rekan kerja korban, SR, mendatangi rumah kontrakan korban untuk membuka kamar bersama-sama dan menemukan tubuh korban dalam posisi terlentang.
Kedua pelaku ini kemudian ditangkap di sebuah warung di Kampung Pasir Nungkuh, Cianjur. Ajun Komisaris Besar Abdul Rahim mengatakan bahwa polisi akan mendalami peran masing-masing pelaku secara intensif.