Seorang pria asal Missouri, Amerika Serikat, bernama David Steward, mengatakan bahwa membaca kisah Nabi Nuh menjadi momen penting dalam hidupnya. Menurut dia, nilai-nilai hidup yang dianut oleh Nabi Nuh, yaitu pantang menyerah, sangat berpengaruh terhadap kesuksesannya hingga memiliki harta ratusan triliun.
David mengakui bahwa ia banyak mempelajari perihal pemikiran pantang menyerah dari Nabi Nuh. Alhasil ini membawanya pada kesuksesan hingga memiliki harta ratusan triliun. Menurutnya, saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu.
David juga mengatakan bahwa hidupnya sudah diwarnai diskriminasi dan ledekan sejak kecil karena dia orang berkulit hitam dan miskin. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus melanjutkan ide bisnisnya. Ia mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan.
Tahun 1990-an, sektor layanan tersebut memang masih asing, sehingga banyak orang mencemooh tindakannya seperti apa yang terjadi pada Nabi Nuh. Namun, ia tetap melanjutkan bisnisnya dan percaya di masa depan internet bakal jadi primadona.
Bisnis David berjalan jatuh bangun seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya, kepercayaan Steward tentang bisnisnya dan masa depan komputer benar terbukti. Keuntungan tersebut lantas sejalan dengan harta David Steward. Mengutip Forbes mencatat dia punya harta US$ 11,4 miliar atau Rp 184,6 triliun, dan masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Dengan demikian, kisah Nabi Nuh menjadi inspirasi bagi David untuk mengubah hidupnya dari yang dahulu biasa-biasa saja dan hidup penuh tekanan, menjadi pengusaha dengan kekayaan bertumpuk.
David mengakui bahwa ia banyak mempelajari perihal pemikiran pantang menyerah dari Nabi Nuh. Alhasil ini membawanya pada kesuksesan hingga memiliki harta ratusan triliun. Menurutnya, saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu.
David juga mengatakan bahwa hidupnya sudah diwarnai diskriminasi dan ledekan sejak kecil karena dia orang berkulit hitam dan miskin. Namun, ia tidak pernah menyerah dan terus melanjutkan ide bisnisnya. Ia mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan.
Tahun 1990-an, sektor layanan tersebut memang masih asing, sehingga banyak orang mencemooh tindakannya seperti apa yang terjadi pada Nabi Nuh. Namun, ia tetap melanjutkan bisnisnya dan percaya di masa depan internet bakal jadi primadona.
Bisnis David berjalan jatuh bangun seiring berkembangnya zaman. Hingga akhirnya, kepercayaan Steward tentang bisnisnya dan masa depan komputer benar terbukti. Keuntungan tersebut lantas sejalan dengan harta David Steward. Mengutip Forbes mencatat dia punya harta US$ 11,4 miliar atau Rp 184,6 triliun, dan masuk dalam jajaran orang terkaya dunia.
Dengan demikian, kisah Nabi Nuh menjadi inspirasi bagi David untuk mengubah hidupnya dari yang dahulu biasa-biasa saja dan hidup penuh tekanan, menjadi pengusaha dengan kekayaan bertumpuk.