Istana Respons Siswa SD Gantung Diri di NTT, Perintahkan Kades Proaktif Pantau Kelompok Rentan

Istana Merespons Tragedi Siswa SD Gantung Diri di NTT, Minta Kades Aktif Pantau Kelompok Rentan

Tragedi kegagalan hidup seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara, yang terjadi akibat keterbatasan ekonomi, memanggil perhatian dari pemerintah. Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, langkah proaktif dari kepala desa dan dusun sangat penting untuk mencegah insiden seperti ini terjadi kembali.

"Kepala desa atau dusun yang terus-menerus melakukan monitoring dan melaporkan manakala ada warganya yang belum termasuk, atau belum tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah," kata Prasetyo Hadi saat jumpa pers di Istana Kepresidenan RI, Jakarta.

Pemerintah daerah harus proaktif mengecek keadaan warganya untuk menunjukkan kehadiran negara terutama bagi masyarakat yang masuk dalam kategori miskin ekstrim dan miskin. Prasetyo berjanji akan memikirkan cara-cara untuk mencegah insiden yang terjadi di NTT itu kembali terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, Pras menyatakan insiden di NTT itu menjadi bahan evaluasi kebijakan terkait penghapusan kemiskinan yang saat ini berjalan. "Ini bagian dari yang harus kita evaluasi secara menyeluruh, masalah pendataan, masalah laporan, termasuk kepedulian sosial kita," ujar Pras.

Tragedi ini membawa perhatian pada masalah kemiskinan ekstrim di NTT. Seorang siswa SD berusia 10 tahun mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun). Surat itu mengeksprimikan keinginannya untuk merasa rela dan tidak perlu ibunya mencari atau menangis.
 
omg kaya aja ini tragedi di ntt bisa mencegah lagi kalau pemerintah daerahnya aktif banget memantau kelompok rentan! kan kegagalan hidup anak itu karena kesulitan ekonomi, jadi pemerintah harus lebih proaktif ya! misalnya mereka bisa melakukan monitoring terus-menerus dan memberikan bantuan yang tepat saat ini. tapi saya rasa pemerintah juga harus mengenali bahwa masalah kemiskinan ekstrim itu sangat kompleks, jadi tidak hanya satu solusi aja yang bisa diambil. dan ini pasti menjadi bahan evaluasi kebijakan tentang penghapusan kemiskinan, kan?
 
heya bro, kayaknya penting banget kades aktif nanggih kelompok yang rentan seperti ini, gini aja kalau kita nggak siapa-siapa, tragis seperti ini bisa terjadi lagi, tapi kalau kita proaktif, pasti bisa mencegah, aku yakin kados Prasetyo Hadi, dia punya ide-ide yang bagus untuk mencegah insiden seperti ini, kayaknya kita harus ngajak semua warga bergabung dalam kegiatan-kegiatan sosial, jadi kalau ada yang butuh bantuan, bisa langsung datang, itu kan bagian dari kehadiran negara, dan kalau gini terjadi lagi, pasti kita bisa evaluasi dan ubah kebijakan, aku harap pemerintah NTT bisa ngejari masalah kemiskinan ekstrim di daerahnya, agar tidak ada yang lagi mengalami hal seperti ini 🤞💖
 
Gue pikir ada yang salah lagi nih, pemerintah cuma memulai ngobrol kalau insiden kegagalan hidupnya itu terjadi di daerah miskin aja, tapi gue tahu banyak gue temen-temenku dari Jakarta dan Bali juga masih harus khawatir deh, tapi kapan aja kabar nih? Apalagi kalau masalah ini udah menjadi bahan evaluasi kebijakan, gimana caranya pemerintah bisa mencegah insiden seperti ini terjadi lagi? Gue rasa perlu ada langkah proaktif yang lebih cepat dan efektif dari apa yang sudah dilakukan sekarang... 💭
 
Mana aja cerita ini sih? Tapi aku pikir kalau gak ada yang sengaja ngero kan, misalnya buat seseorang yang sedang kesulitan ekonomi, bisa tergoda dengan ide-ide yang salah. Aku tahu kabar gembira ya... aku lihat postingan tentang bantuan makanan dari organisasi swadaya bersama yang luar biasa! Aku suka banget! Mereka sih punya program seperti "Makanan Bersama" yang memberi bantuan makanan kepada orang-orang yang kesulitan ekonomi, dan aku rasa itu ide yang sangat bagus! Kita harus mengingat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang unik, tapi kita juga bisa berbagi dan membantu satu sama lain.
 
aku pikir gini sih, kade di ntt harus lebih aktif banget dulu, nggak cuma protes banget setelah insiden itu terjadi. tapi kalau kita lihat dari perspektif mensesneg dan prasetyo, mungkin ada yang salah di situasi mereka. apa kehadiran negara tidak mencukupi bagi warga di ntt? aku pikir perlu ada penelitian lebih lanjut tentang hal ini, nggak cuma bermuka lebar aja. dan juga, kenapa program-program pemerintah tidak secara efektif menuju masyarakat yang benar-benar membutuhkannya? 🤔
 
ini masalah yang bikin hati jengkel banget... seperti apa sih caranya gak? pemerintah harus lebih proaktif, bukan cuma nunggu insiden terjadi lalu buat rencana... kalau kepala desa dan dusun nggak aktif, bagaimana caranya mencegah insiden ini lagi terjadi? ini memang penting untuk diatasi masalah kemiskinan ekstrim di NTT, tapi harus lebih cepat dan efektif... 🤦‍♂️💔
 
aku pikir pemerintah harus bikin program yang lebih cepat dan efektif untuk membantu orang-orang yang tergolong miskin ekstrim di ntt, nggak bisa begitu lama lagi untuk menghadapi masalah kemiskinan dan tidak ada alternatif lain selain bercita rasa sendiri... tapi aku senang sekali gini bahwa kepala desa dan dusun di ntt harus aktif pantau kelompok rentan yang terancam gagal hidup, biar insiden seperti ini tidak terjadi lagi! 🙏💕
 
kembali
Top