Pertempuran Islamis di Masjid Shia di Islamabad: Apa yang Dimaksudkan dengan Pengakuan?
ISIS telah mengakui tanggung jawab atas serangan membunuh seorang masjid Shia di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada tanggal 7 Februari 2026. Menurut pernyataan ISIS, serangan tersebut terjadi setelah satpam keamanan menolak salah satu pejuangnya mencoba memasuki masjid.
Pihak kepolisian masih menyelidiki insiden sebagai kemungkinan bunuh diri. Dampak serangan tersebut melibatkan 31 korban meninggal dan 169 orang terluka. Menurut sumber kepolisian, ledakan itu mengguncang Imambargah Mosque di Shehzad Town.
Pertempuran terhadap keamanan militer dan polisi telah menjadi tren baru di Pakistan sejak beberapa minggu yang lalu, terutama di dekat perbatasan Afghanistan. Sebelumnya, serangan bunuh diri di sebelah pengadilan di Islamabad pada November 2025 membunuh 12 orang meskipun ada upaya keamanan tinggi di kota tersebut.
Masyarakat internasional menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut dan mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta masyarakat Pakistan. Menurut Mosharraf Zaidi, wakil utusan untuk Perdana Menteri Pakistan, India dipercaya telah melancarkan serangan ini sebagai bagian dari gerakan kebencian yang lebih luas terhadap negara tersebut.
India mempertanyakan klaim tersebut dan mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta masyarakat di Pakistan. "Klaim ini palsu dan tidak bermanfaat," kata India. Negara tersebut juga menyerukan agar Pakistan jangan menyalahkan orang lain untuk berpura-pura melibatkan diri sendiri.
Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil serangan itu sebagai kejahatan yang barbar, dan menawarkan dukungan penuh bagi rakyat Pakistan. Menurut presiden tersebut, serangan terhadap perayaan umat beragama di negara tersebut merupakan bukti bahwa terrorism adalah alam sehari-hari.
Pengacara PBB AntΓ³nio Guterres juga memuji agar pelaku tindakan tersebut diidentifikasi dan dihukum. Dia juga mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta menanamkan harapan akan kesehatan yang lebih cepat bagi penderita.
ISIS telah mengakui tanggung jawab atas serangan membunuh seorang masjid Shia di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada tanggal 7 Februari 2026. Menurut pernyataan ISIS, serangan tersebut terjadi setelah satpam keamanan menolak salah satu pejuangnya mencoba memasuki masjid.
Pihak kepolisian masih menyelidiki insiden sebagai kemungkinan bunuh diri. Dampak serangan tersebut melibatkan 31 korban meninggal dan 169 orang terluka. Menurut sumber kepolisian, ledakan itu mengguncang Imambargah Mosque di Shehzad Town.
Pertempuran terhadap keamanan militer dan polisi telah menjadi tren baru di Pakistan sejak beberapa minggu yang lalu, terutama di dekat perbatasan Afghanistan. Sebelumnya, serangan bunuh diri di sebelah pengadilan di Islamabad pada November 2025 membunuh 12 orang meskipun ada upaya keamanan tinggi di kota tersebut.
Masyarakat internasional menyatakan kekecewaannya atas insiden tersebut dan mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta masyarakat Pakistan. Menurut Mosharraf Zaidi, wakil utusan untuk Perdana Menteri Pakistan, India dipercaya telah melancarkan serangan ini sebagai bagian dari gerakan kebencian yang lebih luas terhadap negara tersebut.
India mempertanyakan klaim tersebut dan mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta masyarakat di Pakistan. "Klaim ini palsu dan tidak bermanfaat," kata India. Negara tersebut juga menyerukan agar Pakistan jangan menyalahkan orang lain untuk berpura-pura melibatkan diri sendiri.
Presiden Rusia Vladimir Putin memanggil serangan itu sebagai kejahatan yang barbar, dan menawarkan dukungan penuh bagi rakyat Pakistan. Menurut presiden tersebut, serangan terhadap perayaan umat beragama di negara tersebut merupakan bukti bahwa terrorism adalah alam sehari-hari.
Pengacara PBB AntΓ³nio Guterres juga memuji agar pelaku tindakan tersebut diidentifikasi dan dihukum. Dia juga mengucapkan syukur kepada keluarga korban serta menanamkan harapan akan kesehatan yang lebih cepat bagi penderita.