ISIS menyatakan bertanggung jawab atas ledakan mematikan yang terjadi di Masjid Imambargah di Islamabad, Pakistan, yang mengakibatkan kematian minimal 31 orang dan luka-luka 169 orang. Bom bunuh diri meledak saat salat Jumat berlangsung, menyebabkan kerusakan parah pada masjid.
ISIS melancarkan serangan ini dalam bentuk bom bunuh diri yang dipasang oleh penjaga masjid, namun berhasil dihentikan oleh pejuang ISIS. Bom tersebut meledak dan membunuh banyak orang.
Pemerintah Pakistan sedang menyelidiki asal-usul serangan ini dan mengatakan bahwa itu mungkin adalah serangan teroris yang dilakukan oleh militer India melawan serangan teror di dekat perbatasan Afghanistan. Namun, India menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas serangan ini.
Serangan ini menyebabkan kecaman global terhadap aksi terror tersebut. Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras serangan ini dan menjanjikan komitmen berkelanjutan untuk bersatu dengan Pakistan guna memerangi terorisme.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh bagi warga Pakistan dan menggambarkan serangan tersebut sebagai "biadab" pada pesan belasungkawa yang dikirim kepada Presiden Pakistan dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres juga mengutuk serangan ini dan menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan.
Serangan ini memicu perdebatan tentang proksi teroris India dan klaim-klaim yang diajukan oleh keduanya. Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, mengatakan bahwa penyerangan di Imambargah adalah bagian dari rangkaian aksi teror yang didalangi oleh India. Namun, Kementerian Luar Negeri India menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas serangan ini.
ISIS melancarkan serangan ini dalam bentuk bom bunuh diri yang dipasang oleh penjaga masjid, namun berhasil dihentikan oleh pejuang ISIS. Bom tersebut meledak dan membunuh banyak orang.
Pemerintah Pakistan sedang menyelidiki asal-usul serangan ini dan mengatakan bahwa itu mungkin adalah serangan teroris yang dilakukan oleh militer India melawan serangan teror di dekat perbatasan Afghanistan. Namun, India menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas serangan ini.
Serangan ini menyebabkan kecaman global terhadap aksi terror tersebut. Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras serangan ini dan menjanjikan komitmen berkelanjutan untuk bersatu dengan Pakistan guna memerangi terorisme.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan dukungan penuh bagi warga Pakistan dan menggambarkan serangan tersebut sebagai "biadab" pada pesan belasungkawa yang dikirim kepada Presiden Pakistan dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres juga mengutuk serangan ini dan menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan.
Serangan ini memicu perdebatan tentang proksi teroris India dan klaim-klaim yang diajukan oleh keduanya. Mosharraf Zaidi, juru bicara Perdana Menteri Pakistan, mengatakan bahwa penyerangan di Imambargah adalah bagian dari rangkaian aksi teror yang didalangi oleh India. Namun, Kementerian Luar Negeri India menolak klaim tersebut dan mengatakan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas serangan ini.