Iran Kembali Ancam Serang Pangkalan Militer AS Jika Diintervensi
Pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Negeri Para Mullah Iran (Iran) telah memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi militer oleh AS di wilayah Teluk Persia. Ancaman serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangganya sudah menjadi topik perdebatan.
Menurut laporan yang dikabarkan dari seorang pejabat senior Iran, Negeri Para Mullah itu mempertimbangkan untuk melakukan penyerangan ke pangkalan AS di Arab Saudi, UEA, dan Turki jika AS melaksanakan intervensi militer. Ancaman ini telah meningkat ketika Trump memprovokasi publik Iran dan merebut pemerintahan pada Selasa lalu.
Trump sendiri menyatakan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan", tetapi tidak merinci apa yang dimaksudkannya. Sementara itu, Teheran telah menuduh AS dan Israel terlibat dalam gelombang protes masyarakat sipil di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember.
Saat ini, kondisi di Iran masih penuh ketidakpastian, dan arus informasi tentang apa yang sedang terjadi dibatasi secara ketat. Jumlah korban jiwa dalam gelombang protes nasional di Iran juga sukar dikonfirmasi oleh outlet media independen.
Sebelumnya, beberapa personel militer AS yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah telah mendapatkan saran untuk meninggalkan pangkalan udara. Namun, hingga saat ini belum ada evakuasi pasukan berskala besar yang terlihat di basis militer AS di Kawasan Teluk Persia.
Negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Persia seperti Saudi, Oman, dan Qatar telah melakukan lobi secara tertutup dengan pemerintahan Trump untuk mempertimbangkan ulang opsi intervensi militer. Mereka menghindari upaya militer AS di Iran demi menjaga kestabilan ekonomi dan politik kawasan.
Pembicaraan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Negeri Para Mullah Iran (Iran) telah memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan intervensi militer oleh AS di wilayah Teluk Persia. Ancaman serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di negara-negara tetangganya sudah menjadi topik perdebatan.
Menurut laporan yang dikabarkan dari seorang pejabat senior Iran, Negeri Para Mullah itu mempertimbangkan untuk melakukan penyerangan ke pangkalan AS di Arab Saudi, UEA, dan Turki jika AS melaksanakan intervensi militer. Ancaman ini telah meningkat ketika Trump memprovokasi publik Iran dan merebut pemerintahan pada Selasa lalu.
Trump sendiri menyatakan bahwa "bantuan sedang dalam perjalanan", tetapi tidak merinci apa yang dimaksudkannya. Sementara itu, Teheran telah menuduh AS dan Israel terlibat dalam gelombang protes masyarakat sipil di Iran yang berlangsung sejak 28 Desember.
Saat ini, kondisi di Iran masih penuh ketidakpastian, dan arus informasi tentang apa yang sedang terjadi dibatasi secara ketat. Jumlah korban jiwa dalam gelombang protes nasional di Iran juga sukar dikonfirmasi oleh outlet media independen.
Sebelumnya, beberapa personel militer AS yang ditempatkan di kawasan Timur Tengah telah mendapatkan saran untuk meninggalkan pangkalan udara. Namun, hingga saat ini belum ada evakuasi pasukan berskala besar yang terlihat di basis militer AS di Kawasan Teluk Persia.
Negara-negara yang berbatasan dengan Teluk Persia seperti Saudi, Oman, dan Qatar telah melakukan lobi secara tertutup dengan pemerintahan Trump untuk mempertimbangkan ulang opsi intervensi militer. Mereka menghindari upaya militer AS di Iran demi menjaga kestabilan ekonomi dan politik kawasan.