Ira Puspadewi Hadiri Sidang Putusan Sela Nadiem soal Chromebook

Ira Puspadewi hadiri sidang putusan sela kasus Chromebook, Nadiem menyangkal tuduhan korupsi. Seorang mantan terdakwa korupsi di sidang penentu apakah perkara ini akan dilanjutkan ke tahap pembuktian.

Ira Puspadewi, mantan Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry, hadir dalam sidang untuk membaca putusan sela terkait kasus pengadaan laptop Google Chromebook. Ia mengaku datang sebagai rekan dari orang tua Nadiem Makarim dan bertekad akan menunjukkan pendukungannya.

Di sidang itu sendiri, Ira duduk di bangku terdepan bersama ibu Nadiem, Atika Algadrie dan istrinya Franka Franklin. Ketika masuk ke ruang sidang, Ira menyapa Nadiem sebelum ia duduk di kursi terdakwa.

Terdapat dua kalimat yang perlu diingat: putusan sela menjadi penentu apakah perkara ini akan dilanjutkan ke tahap pembuktian atau dihentikan. Dua orang utama di dakwaan kasus ini adalah Nadiem dan tiga orang lainnya.

Nadiem menyangkal tuduhan korupsi dan mengatakan angka Rp809 miliar yang disebutkan dalam dakwaan bukanlah uang suap atau hasil korupsi, melainkan transaksi internal korporasi di dalam grup GoTo (PT AKAB) yang terjadi pada tahun 2021.
 
Si Nadiem Makarim kayaknya masih pakai strategi defend-attack 😏. Kalau benar dia menyangkal tuduhan korupsi, tapi tidak memberikan bukti jelas apa itu transaksi internal korporasi di grup GoTo. Apalagi kalau sudah disebutkan Rp809 miliar, itu banyak banget! Pasti ada yang penasaran bagaimana angka-angka itu bisa masuk ke dalam grup GoTo dan mengapa dia kayaknya harus defend-attack seperti ini.
 
Paham kenapa Ira Puspadewi datang sidang, tapi siapa tahu ada yang salah lagi, kalau kasus ini benar-benar tidak adanya korupsi, toh bagus kan? Tapi jangan terlalu cepat mengeja kaki, kita harus jujur dengan diri sendiri, apakah benar adanya nanti kita lihat dulu.
 
Makasih banyak bro, kabar baiknya Ira Puspadewi datang menopang Nadiem Makarim ya, tapi apa yang patut kita perhatikan adalah siapa yang dijadikan terdakwa korupsi ini... 🤔 Sebenarnya kasus ini serasa makin kompleks, tapi jelas kira-kira masalahnya adalah ada tuduhan korupsi yang melibatkan Nadiem. Saya rasa apa yang penting bukanlah siapa yang menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa memahami dan menebak apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini. Sepertinya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lagi, misalnya definisi dari "uang suap" itu apa aja...
 
Pagi aku rasa macet banget denger kasus ini 🤔. Ira Puspadewi datang ke sidang gantung rekan suami Nadiem dan sekarang malah jadi pendukungnya? Kalo asyik aja sih, apa kena-kenan ya? 😂

Makasih dengerin kasus ini yang terus berkelana di media. Aku rasa korupsi punya arti lain, bukan hanya tentang uang suap atau hasil korupsi. Tapi aku juga penasaran, apa benar-benar asyik aja sih? 🤑
 
Gak bisa ngerti lho siapa-apa yang mengatakan Nadiem jadi penjahat. Tapi, nih rahasia di balik kasus ini... Aku pikir putusan sela itu berpotensi membuatnya semua terus melanjutkan pembuktian. Ira Puspadewi datang dengan hati yang tulus, tapi aku masih ragu apakah dia benar-benar tidak memiliki hubungan yang serius dengannya. Kalau benar-benar seperti itu, tapi nanti hasilnya diarahkan agar Nadiem jadi penjahat? Aku tidak percaya...
 
Gue kira kasus ini sama aja kayak gue ada sengketa dengan guru besarnya, sama-sama harus membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah 🤔. Ira Puspadewi datang bukan karena mau jujur, tapi karena mau menunjukkan dukungannya pada Nadiem. Gue curiga dia mungkin ada hubungan dekat dengan orang tua Nadiem, apa tidak? 🔍 Sementara itu, Nadiem bilang angka Rp809 miliar itu bukan uang suap, tapi biaya operasional korporasi yang bisa diakui siapa pun 🤑. Gue rasa ini kayak kalau gue ada sengketa dengan teman sekolay, kita harus membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, tapi tidak ada uang suap dalam pertandingan sepak bola ⚽️.
 
Gak ngerti sih kenapa kasus korupsi ini seringkali membawa banyak hal yang berbeda. Bisa jadi, tujuan utama adalah untuk menutupi latar belakang siapa juga yang terlibat, bukan benar-benar memecahkan masalah? Apalagi kalau Nadiem benar-benar tidak melakukan apa-apa, dan ini hanya sekedar perdebatan tentang definisi korupsi itu sendiri. Saya pikir penting untuk melihat di balik motivasi orang-orang yang terlibat dalam kasus ini.
 
Maksudnya, siapa tau Ira Puspadewi itu malah punya hubungan dengan Nadiem, tapi bukannya itu menjadi pertimbangan dalam kasus ini, tapi lebih kepada bagaimana cara tangan-tangan korup di balik kasus Chromebook ini, apakah benar tidak. Saya rasa pemerintah harus memperhatikan kejadian ini dan lihat dari mana nantinya arahnya akan dimandatkan agar tidak ada lagi terjebaknya korupsi di Indonesia.
 
Kalau Nadiem buat tuduhan korupsi tapi dia sendiri yang salah siapa? Maksudnya apa? Dia bilang angka itu hanya transaksi internal korporasi tapi aku pikir ada sesuatu yang tidak jelas lagi 🤔. Jika putusan sela ini memutuskan kasus itu, mesti ada bukti-bukti yang cukup untuk dia jujur sih... atau apa?
 
Pengadilan itu keren banget! Aku senang Nadiem bisa jujur tentang hal ini. Tapi aku pikir pengadilan harus cek lagi siapa yang benar-benar melakukan kesalahan. Aku tidak percaya kalau angka Rp809 miliar itu hasil korupsi, tapi aku tahu juga bahwa ada banyak cara untuk memanipulasi data. Aku rasa pengadilan harus fokus pada bagaimana cara untuk menangani kasus ini dengan benar.
 
Aku pikir putusannya sela ini cukup penting banget, bikin kita tahu kapan kasus Chromebook ini akan dilanjutkan atau tidak, nih 🤔. Aku rasa Ira Puspadewi datang ke sidang ini karena kasusnya sendiri yang terkait dengan ASDP Indonesia Ferry, jadi aku penasaran bagaimana dia akan menunjukkan pendukungannya kepada Nadiem Makarim 👥. Sementara itu, Nadiem menyangkal tuduhan korupsi dan bilang angka Rp809 miliar itu bukan uang suap, tapi transaksi internal korporasi di grup GoTo, kayaknya dia mencoba menjelaskan situasinya dengan lebih jelas 📊. Aku rasa kasus ini masih belum selesai, masih banyak hal yang perlu dibahas dan dipertanyakan 👀.
 
Eh, mantan direktur ASDP Indonesia Ferry datang sidang putus kasus Chromebook Nadiem ya... kayaknya justru dia yang menyangkal tuduhan korupsi, tapi ngomong siapa aja yang benar? Saya pikir kalau dia datang hanya untuk mendukung orang tua Nadiem, tapi ternyata ada lagi yang ikut juga. Aku penasaran kenapa sih ada perbedaan antara uang suap dan transaksi internal korporasi, itu nggak jelas banget. Kalau benar dia menyangkal tuduhan, maka putusan sela ini harus dihentikan, tapi kalau tidak... maka bisa jadi dia harus dibawa ke pengadilan lagi.
 
Gue pikir kalau Nadiem udah siap, tapi gue rasa masih ada banyak hal yang harus dibangun. Duh, Rp809 miliar itu nggak bisa dikecualikan kan? Kalau benar-benar transaksi internal korporasi, maka apa khasiannya dengan angka-angka yang sama dengan uang suap? Gue masih ragu-ragu kan. Saya pikir ada kesempatan untuk Nadiem agar bisa memperjelas lagi dan membuktikan bahwa itu nggak ada hubungan dengan korupsi.
 
kembali
Top