Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, mengungkapkan bahwa kota provinsi Aceh ini meraih Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia pada tahun ini. IPM Banda Aceh mencapai angka 89,55 dan bukti nyata bahwa pembangunan di kota ini berpijak pada manusia, pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidupnya.
"Alhamdulillah, tahun ini Banda Aceh kembali meraih IPM tertinggi di Indonesia dengan angka 89,55. Ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa pembangunan di kota ini berpijak pada manusia, pendidikannya, kesehatinya, dan kualitas hidupnya," katanya dalam sambutannya di acara Maulid Raya yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.
Selain itu, Banda Aceh juga meraih juara umum II pada MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya. Kota ini juga meraih Grand Prize dalam ajang internasional 4th CityNet SDG City Awards 2025.
"Dunia mengakui Banda Aceh sebagai kota yang tidak hanya membangun, tetapi juga menghadirkan solusi yang humanis, berkelanjutan, dan memberdayakan perempuan. Sebuah inovasi kecil dari Banda Aceh, namun memberi dampak besar bagi dunia," jelas Illiza.
Illiza menyebutkan bahwa semua capaian tersebut menunjukkan bahwa Banda Aceh adalah kota yang tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan percaya diri sebagai kota kolaborasi, kota yang memuliakan agama, menghidupkan budaya, menggerakkan masyarakat, dan menebar keberkahan.
"Inalah wajah Banda Aceh, kota yang hidup dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta pada agama," jelas Illiza.
"Alhamdulillah, tahun ini Banda Aceh kembali meraih IPM tertinggi di Indonesia dengan angka 89,55. Ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa pembangunan di kota ini berpijak pada manusia, pendidikannya, kesehatinya, dan kualitas hidupnya," katanya dalam sambutannya di acara Maulid Raya yang berlangsung di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh.
Selain itu, Banda Aceh juga meraih juara umum II pada MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya. Kota ini juga meraih Grand Prize dalam ajang internasional 4th CityNet SDG City Awards 2025.
"Dunia mengakui Banda Aceh sebagai kota yang tidak hanya membangun, tetapi juga menghadirkan solusi yang humanis, berkelanjutan, dan memberdayakan perempuan. Sebuah inovasi kecil dari Banda Aceh, namun memberi dampak besar bagi dunia," jelas Illiza.
Illiza menyebutkan bahwa semua capaian tersebut menunjukkan bahwa Banda Aceh adalah kota yang tidak hanya menjaga warisan masa lalu, tetapi juga menatap masa depan dengan percaya diri sebagai kota kolaborasi, kota yang memuliakan agama, menghidupkan budaya, menggerakkan masyarakat, dan menebar keberkahan.
"Inalah wajah Banda Aceh, kota yang hidup dari semangat kebersamaan, gotong royong, dan cinta pada agama," jelas Illiza.