Harga Perak Jatuh 8% Saat Emas Mencatat Tahun Terbaik Sejak Krisis Minyak 1979
Harga perak mengalami penurunan tajam di pasar logam mulia, turun sebesar 8,25% dari posisi terakhir pekan lalu. Harga perak di pasar spot pada penutupan Jumat (3/1/2026) tercatat di US$72,62 per troy onz.
Namun, perlu diingat bahwa harga perak telah melonjak lebih dari 146,8% sepanjang 2025, menjadikannya tahun terbaik sepanjang sejarah dan jauh melampaui kinerja emas. Kenaikan ini didorong oleh kekurangan pasokan, stok yang menipis, meningkatnya permintaan industri dan investor, serta penetapan perak sebagai mineral kritis di Amerika Serikat.
Selama 2025, harga emas mencatatkan kinerja terbaik sejak krisis minyak 1979. Emas hanya sekali melemah yakni pada Juli 2025, sementara itu emas ngebut dalam 11 bulan di 2025 dengan kenaikan terbesar terjadi pada September 2025, yakni 11,94%.
Kenaikan margin oleh CME telah menjadi rem yang sangat kuat terhadap harga logam putih. Analis independen Ross Norman mengatakan bahwa aksi ambil untung dan pembukaan posisi baru menyebabkan volatilitas harga emas yang tinggi.
Harga emas sendiri dalam sepekan ini tumbang 4,47% dan ditutup di US$4.329,89 per troy ons (3/1/2026). Tren bearish harga emas sepanjang minggu ini menular ke harga perak.
Harga perak mengalami penurunan tajam di pasar logam mulia, turun sebesar 8,25% dari posisi terakhir pekan lalu. Harga perak di pasar spot pada penutupan Jumat (3/1/2026) tercatat di US$72,62 per troy onz.
Namun, perlu diingat bahwa harga perak telah melonjak lebih dari 146,8% sepanjang 2025, menjadikannya tahun terbaik sepanjang sejarah dan jauh melampaui kinerja emas. Kenaikan ini didorong oleh kekurangan pasokan, stok yang menipis, meningkatnya permintaan industri dan investor, serta penetapan perak sebagai mineral kritis di Amerika Serikat.
Selama 2025, harga emas mencatatkan kinerja terbaik sejak krisis minyak 1979. Emas hanya sekali melemah yakni pada Juli 2025, sementara itu emas ngebut dalam 11 bulan di 2025 dengan kenaikan terbesar terjadi pada September 2025, yakni 11,94%.
Kenaikan margin oleh CME telah menjadi rem yang sangat kuat terhadap harga logam putih. Analis independen Ross Norman mengatakan bahwa aksi ambil untung dan pembukaan posisi baru menyebabkan volatilitas harga emas yang tinggi.
Harga emas sendiri dalam sepekan ini tumbang 4,47% dan ditutup di US$4.329,89 per troy ons (3/1/2026). Tren bearish harga emas sepanjang minggu ini menular ke harga perak.