Iran Melakukan Pemadaman Akses Internet Total Saat Demonstrasi Meluas di Semua Negeri
Pemerintah Iran melakukan pemadaman akses internet secara total pada Kamis lalu, saat demonstrasi meluas ke seluruh negeri. Hal ini menimbulkan tekanan pada pemerintah.
Gelombang demonstrasi di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember lalu sampai sekarang, dan aksi ini meluas sampai ke banyak provinsi yang ada di sana. Penyebab pemadaman internet masih belum jelas, tetapi Iran pernah melakukan hal tersebut sebelumnya untuk merespons keberadaan demonstrasi yang semakin masif.
Menurut NetBlocks, gangguan layanan internet di Iran mulai ditemukan di sebelah barat Kota Kermanshah pada pagi hari. Data pelacakan yang dikumpulkan juga memperlihatkan penurunan konektivitas internet secara signifikan pada hari tersebut.
"Data pemantauan langsung menunjukkan bahwa Iran saat ini sedang mengalami pemadaman internet secara nasional," tulis NetBlocks dalam pernyataannya. Pemadaman internet ini diduga untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh negeri, tetapi cara tersebut dinilai merampas hak publik.
Ketiadaan akses internet secara total dirasakan pada Kamis malam, dan banyak warga Iran yang tidak bisa menghubungi keluarga mereka. Pemadaman internet ini juga membatasi pergerakan awak media, dan sebagian besar organisasi berita internasional dilarang meliput berita langsung di Iran.
Iran pernah melakukan pemadaman internet pada tahun 2022, saat terjadi gelombang demonstrasi dalam skala besar setelah kematian Mahsa Amini. Saat itu, Iran meningkatkan pengawasan karena maraknya protes anti-pemerintah yang dipimpin perempuan di seluruh negeri.
Direktur Keamanan Internet dan Hak Digital di Miaan Group, Amir Rashidi, menyebut keadaan di Iran saat ini sangat tidak biasa. "Tidak ada alat komunikasi yang berfungsi, dan Republik Islam bahkan mengganggu Starlink menggunakan alat perang elektronik," kata Rashidi.
Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare juga menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Iran mengalami gangguan internet selama 18 jam terakhir. Pelacakan data dari Cloudflare menunjukkan sebagian lalu lintas internet sempat pulih pada Jumat pukul 09.00 GMT, namun memiliki volume pergerakan sangat rendah.
Demikian lagi, Iran membatasi pergerakan awak media dan mengganggu Starlink menggunakan alat perang elektronik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Iran akan melakukan segala upaya untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh negeri.
Pemerintah Iran melakukan pemadaman akses internet secara total pada Kamis lalu, saat demonstrasi meluas ke seluruh negeri. Hal ini menimbulkan tekanan pada pemerintah.
Gelombang demonstrasi di Iran telah berlangsung sejak akhir Desember lalu sampai sekarang, dan aksi ini meluas sampai ke banyak provinsi yang ada di sana. Penyebab pemadaman internet masih belum jelas, tetapi Iran pernah melakukan hal tersebut sebelumnya untuk merespons keberadaan demonstrasi yang semakin masif.
Menurut NetBlocks, gangguan layanan internet di Iran mulai ditemukan di sebelah barat Kota Kermanshah pada pagi hari. Data pelacakan yang dikumpulkan juga memperlihatkan penurunan konektivitas internet secara signifikan pada hari tersebut.
"Data pemantauan langsung menunjukkan bahwa Iran saat ini sedang mengalami pemadaman internet secara nasional," tulis NetBlocks dalam pernyataannya. Pemadaman internet ini diduga untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh negeri, tetapi cara tersebut dinilai merampas hak publik.
Ketiadaan akses internet secara total dirasakan pada Kamis malam, dan banyak warga Iran yang tidak bisa menghubungi keluarga mereka. Pemadaman internet ini juga membatasi pergerakan awak media, dan sebagian besar organisasi berita internasional dilarang meliput berita langsung di Iran.
Iran pernah melakukan pemadaman internet pada tahun 2022, saat terjadi gelombang demonstrasi dalam skala besar setelah kematian Mahsa Amini. Saat itu, Iran meningkatkan pengawasan karena maraknya protes anti-pemerintah yang dipimpin perempuan di seluruh negeri.
Direktur Keamanan Internet dan Hak Digital di Miaan Group, Amir Rashidi, menyebut keadaan di Iran saat ini sangat tidak biasa. "Tidak ada alat komunikasi yang berfungsi, dan Republik Islam bahkan mengganggu Starlink menggunakan alat perang elektronik," kata Rashidi.
Perusahaan infrastruktur internet Cloudflare juga menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Iran mengalami gangguan internet selama 18 jam terakhir. Pelacakan data dari Cloudflare menunjukkan sebagian lalu lintas internet sempat pulih pada Jumat pukul 09.00 GMT, namun memiliki volume pergerakan sangat rendah.
Demikian lagi, Iran membatasi pergerakan awak media dan mengganggu Starlink menggunakan alat perang elektronik. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Iran akan melakukan segala upaya untuk meredam aksi demonstrasi yang terjadi di seluruh negeri.