Balap Ketahanan: Ini Yang Dibutuhkan untuk Bertahan di Sirkuit Mandalika.
Selama balap ketahanan, kecepatan mobil dan kemampuan pembalap menjadi penting, namun tidak cukup. Konsistensi performa, strategi tim, serta ketahanan teknis adalah elemen krusial untuk bertahan hingga garis finis. Hal ini tercermin dalam gelaran Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026 yang diadakan pada 1 Februari 2026.
Tim Razaiq Motorsport keluar sebagai pemenang setelah menunjukkan kombinasi kecepatan, konsistensi, dan strategi yang dijalankan sepanjang lomba. Komposisi tim yang terdiri dari empat pembalap lintas negara juga menuntut pembagian peran yang presisi agar ritme balap tetap terjaga.
Chief Engineer Razaiq Motorsport, Wie Wie Rianto, menjelaskan bahwa pendekatan teknis menjadi fokus utama sejak awal persiapan. "Karena ini balapan ketahanan, kami fokus pada penggunaan komponen dengan durabilitas tinggi," ujarnya. Pemilihan sistem pengereman yang dirancang khusus untuk endurance juga menjadi salah satu kekuatan tim.
Selain faktor teknis, balap ketahanan juga menuntut pemahaman lintasan yang detail. Tim melakukan track walk dan uji coba untuk memetakan area krusial yang mempengaruhi ritme balap. Data kecepatan dan konsistensi tiap pembalap kemudian diramu menjadi strategi balapan.
Manajemen pit stop juga memegang peran vital dalam balap berdurasi panjang. Kesalahan kecil di pit lane dapat berdampak besar terhadap posisi di lintasan. Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menegaskan pentingnya koordinasi tim. "Sinergi tim mulai dari persiapan mobil, komposisi pembalap, hingga pit stop yang solid menjadi kunci hasil maksimal," ujarnya.
Selama balap ketahanan, kecepatan mobil dan kemampuan pembalap menjadi penting, namun tidak cukup. Konsistensi performa, strategi tim, serta ketahanan teknis adalah elemen krusial untuk bertahan hingga garis finis. Hal ini tercermin dalam gelaran Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026 yang diadakan pada 1 Februari 2026.
Tim Razaiq Motorsport keluar sebagai pemenang setelah menunjukkan kombinasi kecepatan, konsistensi, dan strategi yang dijalankan sepanjang lomba. Komposisi tim yang terdiri dari empat pembalap lintas negara juga menuntut pembagian peran yang presisi agar ritme balap tetap terjaga.
Chief Engineer Razaiq Motorsport, Wie Wie Rianto, menjelaskan bahwa pendekatan teknis menjadi fokus utama sejak awal persiapan. "Karena ini balapan ketahanan, kami fokus pada penggunaan komponen dengan durabilitas tinggi," ujarnya. Pemilihan sistem pengereman yang dirancang khusus untuk endurance juga menjadi salah satu kekuatan tim.
Selain faktor teknis, balap ketahanan juga menuntut pemahaman lintasan yang detail. Tim melakukan track walk dan uji coba untuk memetakan area krusial yang mempengaruhi ritme balap. Data kecepatan dan konsistensi tiap pembalap kemudian diramu menjadi strategi balapan.
Manajemen pit stop juga memegang peran vital dalam balap berdurasi panjang. Kesalahan kecil di pit lane dapat berdampak besar terhadap posisi di lintasan. Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menegaskan pentingnya koordinasi tim. "Sinergi tim mulai dari persiapan mobil, komposisi pembalap, hingga pit stop yang solid menjadi kunci hasil maksimal," ujarnya.