Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 bahwa transaksi menggunakan mata uang lokal dengan enam negara mitra strategis telah mencapai nilai Rp336,32 triliun. Transaksi ini dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia, Thailand, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, serta Uni Emirat Arab (UEA).
Menurutnya, nilai transaksi mata uang lokal tersebut mencapai USD20,19 miliar di bulan Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Peningkatan penggunaan mata uang lokal ini merupakan bukti integrasi ekonomi regional yang semakin kuat serta efektivitas strategi mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Aksi dedolarisasi ini bertujuan untuk memperbaiki efisiensi biaya transaksi dan memperluas akses pelaku usaha terhadap instrumen pembayaran antarnegara yang lebih stabil.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Peningkatan ini merupakan hasil dari kerja sama dengan negara mitra utama Indonesia, seperti Thailand dan Malaysia yang secara aktif mengimplementasikan skema ini.
Dengan meningkatnya penggunaan mata uang lokal, pemerintah berharap dapat memperbaiki volatilitas pasar valuta asing dan membuat transaksi lebih stabil. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya transaksi dan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk menggunakan instrumen pembayaran antarnegara yang lebih stabil.
Menurutnya, nilai transaksi mata uang lokal tersebut mencapai USD20,19 miliar di bulan Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Peningkatan penggunaan mata uang lokal ini merupakan bukti integrasi ekonomi regional yang semakin kuat serta efektivitas strategi mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Aksi dedolarisasi ini bertujuan untuk memperbaiki efisiensi biaya transaksi dan memperluas akses pelaku usaha terhadap instrumen pembayaran antarnegara yang lebih stabil.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Peningkatan ini merupakan hasil dari kerja sama dengan negara mitra utama Indonesia, seperti Thailand dan Malaysia yang secara aktif mengimplementasikan skema ini.
Dengan meningkatnya penggunaan mata uang lokal, pemerintah berharap dapat memperbaiki volatilitas pasar valuta asing dan membuat transaksi lebih stabil. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya transaksi dan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk menggunakan instrumen pembayaran antarnegara yang lebih stabil.