Investasi Triliunan di Pasar Modal, Danantara Tidak Ogah Lirik Saham Gorengan
Danantara menegaskan tidak hanya fokus pada pasar investasi domestik, tetapi juga mulai membidik peluang di pasar saham global. Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat portofolio dan mengelola dana jangka panjang secara lebih optimal.
Menurut Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, perseroan menyiapkan kerangka seleksi ketat untuk memilih emiten. "Kalau di saham, kita tidak akan ke saham-saham gorengan. Kita pasti melakukan assessment, melihat return on equity, price to earnings ratio, dividend yield, market cap, dan juga likuiditasnya," ujar Ali dalam media briefing.
Kebutuhan diversifikasi menjadi alasan utama Danantara memperluas eksposur ke luar negeri. Dengan dana kelolaan yang terus membesar, langkah ini dinilai wajar dan sejalan dengan praktik sovereign wealth fund (SWF) global. Menurut Ali, ketika porsi investasi di dalam negeri terlalu besar, SWF pada umumnya mulai meningkatkan alokasi ke pasar global untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas sumber imbal hasil.
Danantara juga tidak akan mengambil risiko yang tidak memiliki fundamental kuat. "Kita tidak akan diarahkan pada saham berisiko tinggi yang tidak memiliki fundamental kuat," ujar Ali. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan return on investment dan mengurangi risiko kehilangan nilai investasi.
Dengan demikian, Danantara menunjukkan komitmen untuk memperkuat portofolio dan mengelola dana jangka panjang secara lebih optimal. Langkah ekspansi ke pasar global juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi risiko ke depan.
Danantara menegaskan tidak hanya fokus pada pasar investasi domestik, tetapi juga mulai membidik peluang di pasar saham global. Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat portofolio dan mengelola dana jangka panjang secara lebih optimal.
Menurut Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, perseroan menyiapkan kerangka seleksi ketat untuk memilih emiten. "Kalau di saham, kita tidak akan ke saham-saham gorengan. Kita pasti melakukan assessment, melihat return on equity, price to earnings ratio, dividend yield, market cap, dan juga likuiditasnya," ujar Ali dalam media briefing.
Kebutuhan diversifikasi menjadi alasan utama Danantara memperluas eksposur ke luar negeri. Dengan dana kelolaan yang terus membesar, langkah ini dinilai wajar dan sejalan dengan praktik sovereign wealth fund (SWF) global. Menurut Ali, ketika porsi investasi di dalam negeri terlalu besar, SWF pada umumnya mulai meningkatkan alokasi ke pasar global untuk meningkatkan likuiditas dan memperluas sumber imbal hasil.
Danantara juga tidak akan mengambil risiko yang tidak memiliki fundamental kuat. "Kita tidak akan diarahkan pada saham berisiko tinggi yang tidak memiliki fundamental kuat," ujar Ali. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan return on investment dan mengurangi risiko kehilangan nilai investasi.
Dengan demikian, Danantara menunjukkan komitmen untuk memperkuat portofolio dan mengelola dana jangka panjang secara lebih optimal. Langkah ekspansi ke pasar global juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi risiko ke depan.