Imparsial Kritik Kehadiran TNI di Ruang Sidang Nadiem

Pernyataan Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Aulia Dwi yang menyebut kehadiran anggota TNI berseragam di ruang sidang sebagai bagian dari ketentuan yang berlaku, ternyata tidak mendukung. Kehadiran tersebut dinyatakan berlebihan dan mengancam marwah pengadilan.

Imparsial menekankan pelibatan TNI harus memenuhi prinsip imminent threat dan last resort. Artinya, TNI hanya dapat dilibatkan jika terdapat ancaman nyata dan mendesak yang tidak lagi dapat ditangani oleh satuan pengamanan internal maupun kepolisian.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa kehadiran tiga orang anggota TNI di ruang sidang tersebut tidak terkait dengan perkara. Mereka merupakan bagian dari dukungan pengamanan terbatas dan situasional yang dilaksanakan atas permintaan serta koordinasi dengan Kejaksaan.

Maka, pelibatan TNI dalam proses persidangan tetap harus tunduk pada aturan internal Mahkamah Agung.
 
Kalau sih, aku pikir kehadiran anggota TNI di ruang sidang itu gila banget 🤯! Mereka tiba-tiba datang dengan seragam dan apa yang dilakukan? Tidak ada yang jelas, sih... 😐. Tapi, kalau kita lihat dari sisi lain, aku pikir itu bisa diarahkan agar proses persidangan tetap aman 🙏. Yang penting, TNI harus tahu kapan harus ikut campur dan kapan tidak, ya? 🤔. Jadi, aku rasa kehadiran mereka sebenarnya bukan karena ada ancaman nyata yang tidak bisa ditangani oleh satuan pengamanan internal atau kepolisian, tapi karena mau mengurangi risiko 🚨.
 
Lihatnya saja, siapa yang bilang bahwa kehadiran anggota TNI berseragam di ruang sidang itu bukan karena mereka ingin mengancam marwah pengadilan 😒. Mereka hanya ikut dalam dukungan pengamanan terbatas dan situasional yang dilaksanakan atas permintaan Kejaksaan, ya? 🤔 Jadi, apa yang salah dengan itu? 🤷‍♂️ Saya pikir mahkamah harus lebih bijak lagi dalam memilih waktu untuk melakukan tindakan seperti ini, kalau bukan bisa menghambat proses persidangan, kan? 🕰️
 
Aku rasa kayaknya mahkamah harus lebih bijak lagi nih... kalau sih ada ancaman nyata, maka aja kira-kira saja tadi ketiga orang TNI bisa datang dan berantai? aku pikir itu makin menimbulkan kekhawatiran yang nggak perlu, tapi kayaknya tidak ada yang salah dengan mereka juga... mungkin sih mahkamah harus lebih koordinasi dulu sebelum aja masuk ke proses persidangan...
 
Aku pikir kalau mahkamah agung udah jelas aturan apa sih, tapi kalaudah ada orang lain yang bener-bener tidak mengerti apa itu ketentuan dan prinsip... Mereka masih belit-belit kok! TNI punya tugas apa sih, buat amanin kabar atau apa? Kalau gak terkait kasus, kenapa lagi ada di sana? Jadi nih, aku pikir mahkamah agung udah jelas aturannya...
 
Aku pikir sih mahkamah agung harus serius banget nih... kalau tidak ada aturan yang jelas, apalagi sih kehadiran TNI di ruang sidang bisa terjadi kapan aja? aku already kecewa banget nih... toh siapa yang mau bertanggung jawab kalau ada kesalahannya? aku suka ngikut drama ini...
 
Gue rasa apa aja nu kehadiran 3 orang prajurit itu? Ada kejadian keren di TV gue nih! Gue lihat video viral dari Bali, ada teman ku yang bikin skateboard dan jatuh, tapi malah dia kembali berdiri dan membalas lawannya dengan skateboardnya 🤯. Tapi, ternyata ada kehadiran 3 orang prajurit itu, apa artinya gue harus khawatir? Gue rasa Mahkamah Agung harus tetap profesional, tapi gue juga ingin tahu siapa-siapa yang meminta pengamanan tambahan 😂.
 
Gue pikir gini, apa ada masalahnya sih kalau TNI mau datang aja di ruang sidang? Mereka udah lulus evaluasi apakah mereka bisa datang atau tidak, kan? Jadi, kayaknya bukan masalah kehadiran mereka, tapi bagaimana cara mereka harus berpakaian. Kalau seragam saja sudah salah, apa baju TNI itu punya aturan sendiri sih? Gue rasa mahkamah harus lebih transparan lagi, kan?
 
ini lagi-lagi apa lagi kehadiran TNI di ruang sidang? kalau tidak ada ancaman nyata siapa yang bisa menjabatkan? kalau ada ancaman, kenapa tidak koordinasi dengan Kejaksaan dulu? kan juga ada aturan internal Mahkamah Agung yang harus diikuti... tapi toh TNI udah punya otoritas sendiri ya... dan apa yang salahnya TNI ingin melindungi persidangan ini? mungkin kalau Jokowi sendirian saja di ruang sidang, siapa yang akan melindungi dia kan?
 
Gue pikir kalau itu cara gede bikin drama, kan? Ada yang mengatakan mereka diizinkan untuk hadir karena ada permintaan dari kejaksaan, tapi sebenarnya ada keterbatasan pengamanan? Gue rasa itu seperti main-main, tapi mungkin juga ada alasan lain yang tidak disebutkan. Tapi secara umum, gue setuju bahwa tidak ada jadwal yang bisa membuat TNI hadir tanpa izin dari mahkamah 😊.
 
Aku nggak fokus sama aja dengar kabar ini! Kenapa TNI harus datang berseragam seperti apa sih? Gue pikir mahkamah sudah cukup aman, tapi ternyata TNI harus ada di situ untuk 'jaga' keamanan. Aku rasa lebih baik kalau mereka hanya menutup mata sama aja, nggak perlu 'bantu' lagi 🙄
 
Tapi sih, aku rasa pengaturan ini terlalu keras. Kalau tidak ada masalah sama sekali, mengapa TNI harus hadir? Aku pikir lebih baik kalau mereka hanya memberikan dukungan dari luar ruang sidang saja, jadi proses sidang bisa berjalan lancar tanpa gangguan. Tapi aku paham betapa pentingnya keamanan juga, tapi mungkin ada cara yang lebih bijak untuk melaksanakan keamanannya.
 
Kurangnya kesadaran dari kalangan TNI ini membuat aku kecewa banget 🤦‍♂️! Apa kira-kira mereka bisa langsung mengancam marwah pengadilan tanpa rasa tawadhu dan hormat? Kalau tidak ada aturan, maka aku pikir semuanya akan berantakan 😱. Saya paham bahwa TNI memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan, tapi harus mereka lakukan dengan bijak dan tidak menyerang yang salah. Aku harap bisa dilihat jasa-jasanya dari kalangan TNI supaya tidak lagi terjadi hal seperti ini 🙏.
 
Gak sabar banget sama situasinya nih... TNI sih harus lebih teliti dulu, nggak boleh sembarangan aja... (🤦‍♂️) Kalo mereka mau ikut, harus ada kejelasan yang jelas sih, nggak bisa sembarangan dan berlebihan ya... Dan mahkamah juga harus jujur tentang apa yang terjadi, gak boleh rahasia sih... (📰)
 
Sangat menarik, tapi apa gunanya lagi kehadiran TNI di ruang sidang? Nggak ada ancaman nyata yang bisa membuat marwah pengadilan terancam. Tapi apalagi ada tiga orang anggota TNI yang ikut berpartisipasi, padahal itu nggak terkait sama sekali dengan perkara yang sedang diproses. Saya rasa mahkamah punya kekuatan untuk mengatur sendiri pengamanan di dalam ruangan, nggak perlu bawa TNI masuk. Itu akan membuat proses persidangan jadi lebih cepat dan efisien, kan? 🤔
 
Wah, jadi kan anggota TNI harus bisa berpakaian sesuai situasinya ya? Ataukah semakin banyak yang diakui tidak adil, maka makin banyak pula kasus yang diterima mahkamah? Ada sisi logis di situ.
 
Aku pikir kalau pengamanan di ruang sidang itu jadi bagian dari kewajiban mahkamah juga kan? Gampangnya ada 3 orang TNI masuk, tapi aku rasa ini harus ada batas-batas yang lebih ketat. Kalau tidak, toh mahkamah jadi gak asli lagi. Aku penasaran kenapa Jenderal Brigjen Aulia Dwi gak bisa jelasin apa yang sebenarnya terjadi di ruang sidang itu... 🤔👀
 
Pernyataan ini pasti bikin banyak orang penasaran sih 🤔. Yang jelas, kehadiran anggota TNI di ruang sidang itu tidak bisa dilarang, tapi harus ada alasan yang masuk akal juga 🙏. Artinya, kalau ingin terlibat, harus ada ancaman nyata dan mendesak, bukan hanya karena mau- mau aja 💡. Yang penting, aturan internal Mahkamah Agung harus dihormati, nggak bisa buang-buang waktu 🕰️.
 
ada kan, sering juga terjadi kayaknya nih... para anggota TNI selalu berlaku tegas banget, tapi kadang-kadang mereka harus belajar untuk lebih santai, nggak butuh membuat keributan di tempat mahkamah. emang penting supaya mahkamah bisa berjalan dengan lancar & aman, kan?
 
kembali
Top