IHSG mulai bangkit, tapi masih ada beberapa saham yang perlu diperhatikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Rabu di zona hijau dengan kenaikan 0,30% ke level 8.146,72. Penguatan indeks ini didukung oleh beberapa saham besar seperti Amman Mineral Internasional (AMMN), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) yang meningkatkan nilai mereka.
Namun, ada juga beberapa saham yang mengalami penurunan. Salah satunya adalah Telkom Indonesia (TLKM) yang terkoreksi 3,48%, serta FILM dan MORA yang masing-masing turun 15%. Aktivitas investor asing masih mencatat arus keluar dengan net sell sebesar Rp1,42 triliun di pasar reguler dan Rp1,44 triliun secara keseluruhan.
Secara sektoral, lima dari 11 sektor berakhir menguat, dengan sektor consumer cyclicals yang mencatat pelemahan terdalam 4,02%. Sementara itu, sektor basic industry menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,32%. Bursa Efek Indonesia bersama regulator pasar modal menyiapkan implementasi ketentuan free float minimum 15% yang akan diberlakukan bertahap dalam kurun tiga tahun.
Beberapa emiten berkapitalisasi besar telah ditetapkan sebagai proyek percontohan, yaitu 49 emiten. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pencatatan dan IPO. Namun, implementasi ini juga dapat memunculkan risiko supply overhang dan peningkatan volatilitas harga pada saham-saham yang perlu menambah porsi kepemilikan publik.
Selain itu, beberapa perusahaan juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Contohnya adalah Chandra Asri Pacific (TPIA) yang akan membeli kembali saham sebesar 250 juta lembar.
Namun, ada juga beberapa saham yang mengalami penurunan. Salah satunya adalah Telkom Indonesia (TLKM) yang terkoreksi 3,48%, serta FILM dan MORA yang masing-masing turun 15%. Aktivitas investor asing masih mencatat arus keluar dengan net sell sebesar Rp1,42 triliun di pasar reguler dan Rp1,44 triliun secara keseluruhan.
Secara sektoral, lima dari 11 sektor berakhir menguat, dengan sektor consumer cyclicals yang mencatat pelemahan terdalam 4,02%. Sementara itu, sektor basic industry menjadi penopang utama dengan kenaikan 3,32%. Bursa Efek Indonesia bersama regulator pasar modal menyiapkan implementasi ketentuan free float minimum 15% yang akan diberlakukan bertahap dalam kurun tiga tahun.
Beberapa emiten berkapitalisasi besar telah ditetapkan sebagai proyek percontohan, yaitu 49 emiten. Mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas pencatatan dan IPO. Namun, implementasi ini juga dapat memunculkan risiko supply overhang dan peningkatan volatilitas harga pada saham-saham yang perlu menambah porsi kepemilikan publik.
Selain itu, beberapa perusahaan juga telah mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun. Contohnya adalah Chandra Asri Pacific (TPIA) yang akan membeli kembali saham sebesar 250 juta lembar.