IHSG Merah di Akhir Pekan, Ditutup Anjlok 2,08 Persen ke 7.935
Mengingatkan kembali, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir pekan terakhir berlalu dengan nada merah konsisten. Harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 7.935,260 pada Jumat (6/2/2026), menurut informasi yang dikutip dari RTI Business.
Dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 8.103,88, IHSG turun 168.618 poin atau 2,08 persen. Pergerakan IHSG diwarnai tekanan jual yang cukup luas, dan hanya 107 saham yang menguat sementara itu 646 saham melemah, sedangkan 68 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI menyusut menjadi Rp14,369,85 triliun.
Perdagangan saham berlangsung relatif aktif dengan 35,5 miliar saham berpindah tangan melalui 2.248.113 transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp19,69 triliun. Sebagai sektoral, hampir seluruh indeks sektor berada di zona merah dan menjadi pemberat utama IHSG.
Sektor barang siklikal (IDXCYCLIC) mencatatkan penurunan terdalam, yakni 5,07 persen, seiring tekanan pada saham-saham konsumsi non-primer. Sektor industri (IDXINDUST) turun 4,73 persen diikuti sektor barang baku (IDXBASIC) yang melemah 3,23 persen.
Sementara itu, penurunan tajam juga terjadi pada sektor energi (IDXENERGY) dan sektor infrastruktur (IDXINFRA), masing-masing turun 3,16 persen. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada saham-saham komoditas dan emiten infrastruktur.
Sementara itu, sektor properti (IDXPROPERT) terkoreksi 2,30 persen, disusul sektor teknologi (IDXTECHNO) yang melemah 1,81 persen, serta sektor keuangan (IDXFINANCE) yang turun 1,59 persen.
Sementara itu, penurunan juga ditemukan pada sektor barang non-siklikal (IDXNONCYC) dengan penurunan 1,39 persen, sedangkan sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami tekanan yang relatif terbatas dan hanya turun 0,39 persen.
Di sisi lain, transportasi dan logistik (IDXTRANS) menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,18 persen.
Mengingatkan kembali, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir pekan terakhir berlalu dengan nada merah konsisten. Harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke level 7.935,260 pada Jumat (6/2/2026), menurut informasi yang dikutip dari RTI Business.
Dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 8.103,88, IHSG turun 168.618 poin atau 2,08 persen. Pergerakan IHSG diwarnai tekanan jual yang cukup luas, dan hanya 107 saham yang menguat sementara itu 646 saham melemah, sedangkan 68 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI menyusut menjadi Rp14,369,85 triliun.
Perdagangan saham berlangsung relatif aktif dengan 35,5 miliar saham berpindah tangan melalui 2.248.113 transaksi, dengan nilai transaksi mencapai Rp19,69 triliun. Sebagai sektoral, hampir seluruh indeks sektor berada di zona merah dan menjadi pemberat utama IHSG.
Sektor barang siklikal (IDXCYCLIC) mencatatkan penurunan terdalam, yakni 5,07 persen, seiring tekanan pada saham-saham konsumsi non-primer. Sektor industri (IDXINDUST) turun 4,73 persen diikuti sektor barang baku (IDXBASIC) yang melemah 3,23 persen.
Sementara itu, penurunan tajam juga terjadi pada sektor energi (IDXENERGY) dan sektor infrastruktur (IDXINFRA), masing-masing turun 3,16 persen. Penurunan ini mencerminkan tekanan pada saham-saham komoditas dan emiten infrastruktur.
Sementara itu, sektor properti (IDXPROPERT) terkoreksi 2,30 persen, disusul sektor teknologi (IDXTECHNO) yang melemah 1,81 persen, serta sektor keuangan (IDXFINANCE) yang turun 1,59 persen.
Sementara itu, penurunan juga ditemukan pada sektor barang non-siklikal (IDXNONCYC) dengan penurunan 1,39 persen, sedangkan sektor kesehatan (IDXHEALTH) mengalami tekanan yang relatif terbatas dan hanya turun 0,39 persen.
Di sisi lain, transportasi dan logistik (IDXTRANS) menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona hijau dengan penguatan tipis 0,18 persen.