IHSG jatuh secara mendadak ke level 8.306,163 di perdagangan Senin pagi ini. Dengan perubahan harga sebesar 1,24 persen, IHSG menurun 103.247 poin. Berdasarkan data dari RTI Business, saham yang dibuka menguat ada 238 titik, sementara saham yang dibuka melemah ada 275 titik dan stagnan atau belum berubah ada 166 titik.
IHSG terpantau berada di rentang harga antara Rp8.223.868 hingga Rp8.313.058 pada awal perdagangan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp14,8 triliun. Aktivitas perdagangan di bursa tercatat cukup aktif dengan 2.091 miliar saham berpindah tangan melalui transaksi 193.472 kali dan nilai jual-beli mencapai Rp1,68 triliun.
Kiwoom Sekurinta Indonesia memperkirakan IHSG menguat hari ini karena respons positif terhadap delapan rencana aksi reformasi pasar modal OJK. Langkah-langkah tersebut diyakini dapat menenangkan volatilitas jangka pendek dan memulihkan kepercayaan investor. Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimistis bahwa IHSG berpotensi menguat ke arah target 8.600 dengan menerobos level resistansi di barisan Rp8.700-Rp8.800-Rp8.873.
Sentimen pasar akan berasal dari reaksi positif terhadap implementasi kebijakan yang telah dicanangkan Otoritas, terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati proses lanjutan konfirmasi Ketua Federal Reserve AS, perkembangan voting anggaran pemerintah AS setelah shutdown parsial, serta hasil pertemuan OPEC+.
IHSG terpantau berada di rentang harga antara Rp8.223.868 hingga Rp8.313.058 pada awal perdagangan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp14,8 triliun. Aktivitas perdagangan di bursa tercatat cukup aktif dengan 2.091 miliar saham berpindah tangan melalui transaksi 193.472 kali dan nilai jual-beli mencapai Rp1,68 triliun.
Kiwoom Sekurinta Indonesia memperkirakan IHSG menguat hari ini karena respons positif terhadap delapan rencana aksi reformasi pasar modal OJK. Langkah-langkah tersebut diyakini dapat menenangkan volatilitas jangka pendek dan memulihkan kepercayaan investor. Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, optimistis bahwa IHSG berpotensi menguat ke arah target 8.600 dengan menerobos level resistansi di barisan Rp8.700-Rp8.800-Rp8.873.
Sentimen pasar akan berasal dari reaksi positif terhadap implementasi kebijakan yang telah dicanangkan Otoritas, terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati proses lanjutan konfirmasi Ketua Federal Reserve AS, perkembangan voting anggaran pemerintah AS setelah shutdown parsial, serta hasil pertemuan OPEC+.