IHSG Ambles dengan Tekanan Bank Indonesia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Pasar saham menutup dengan posisi yang buruk, yaitu ditutup turun sebesar 124,37 poin atau 1,36 persen ke level 9.010,33. Ini merupakan perubahan yang cukup signifikan dari harga awal perdagangan, yang hanya sekitar Rp 9.094,43.
Tekanan ini terjadi karena Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026. Hal ini membuat saham-saham dari sektor perbankan mengalami penurunan. Hanya saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat sebesar 20 poin atau 0,44 persen ke level 4.590 di akhir perdagangan.
Sementara itu, saham-saham dari sektor lain juga mengalami penurunan. Saat ini, IHSG berada dalam zona merah dan tidak mampu mempertahankan momentum penguatan awal. Bahkan, pada pukul 15.10 WIB, indeks langsung meninggalkan zona 9.000 dan ambles ke posisi 8.982,64.
Tentu saja, penurunan ini juga dapat dilihat dari indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan. IHSG turun sebesar 13,29 poin atau 1,5 persen ke harga 871,09. Sementara itu, indeks JII juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 10,44 poin atau 1,7 persen ke posisi 603,99.
Dengan demikian, pasar saham Indonesia terus mengalami tekanan dan kehilangan momentum. Tentu saja, investor harus selalu berhati-hati dan memantau perubahan yang terjadi di pasar sebelum membuat keputusan investasi.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Pasar saham menutup dengan posisi yang buruk, yaitu ditutup turun sebesar 124,37 poin atau 1,36 persen ke level 9.010,33. Ini merupakan perubahan yang cukup signifikan dari harga awal perdagangan, yang hanya sekitar Rp 9.094,43.
Tekanan ini terjadi karena Bank Indonesia menetapkan suku bunga acuan di level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026. Hal ini membuat saham-saham dari sektor perbankan mengalami penurunan. Hanya saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat sebesar 20 poin atau 0,44 persen ke level 4.590 di akhir perdagangan.
Sementara itu, saham-saham dari sektor lain juga mengalami penurunan. Saat ini, IHSG berada dalam zona merah dan tidak mampu mempertahankan momentum penguatan awal. Bahkan, pada pukul 15.10 WIB, indeks langsung meninggalkan zona 9.000 dan ambles ke posisi 8.982,64.
Tentu saja, penurunan ini juga dapat dilihat dari indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan. IHSG turun sebesar 13,29 poin atau 1,5 persen ke harga 871,09. Sementara itu, indeks JII juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 10,44 poin atau 1,7 persen ke posisi 603,99.
Dengan demikian, pasar saham Indonesia terus mengalami tekanan dan kehilangan momentum. Tentu saja, investor harus selalu berhati-hati dan memantau perubahan yang terjadi di pasar sebelum membuat keputusan investasi.