Dalam era teknologi yang semakin memasuki hidup kita, ada fenomena baru muncul yaitu banyaknya rumah yang terasa sunyi meski dihuni banyak orang karena setiap anggota keluarga sibuk dengan layar gawainya. Apakah ini bukan halah yang perlu diubah?
Kita sering lupa bahwa kebersamaan tak selalu butuh teknologi, tapi kegiatan-kegiatan kreatif tanpa gawai merupakan cara baik untuk menguatkan ikatan orang tua dan anak. Berikut beberapa ide permainan yang bisa dilakukan bersama anak di rumah tanpa melibatkan gawai seperti puzzle, catur, monopoli, kartu memori, main lego, hingga mewarnai.
Berburu harta karun adalah salah satu permainan seru dan menguntungkan anak untuk berpikir kritis dan bergerak bebas. Siapkan daftar petunjuk, pensil, dan biarkan anak berpetualang menemukan harta karunnya sendiri.
Bernyanyi dan menari bersama bisa menjadi cara baik untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Ajak anak berbagi lagu favorit mereka dan perkenalkan musik kesukaanmu sebagai cara sederhana membangun kedekatan melalui irama dan gerak.
Mewarnai gambar memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak karena bisa meningkatkan kemampuan motorik halus. Proses belajar mewarnai anak akan menjadi lebih efektif dengan dampingan dan dorongan dari orang tua.
Teka-teki bergilir melatih kemampuan memecahkan masalah dan kerja sama. Sembunyikan potongan puzzle di sekitar ruangan, lalu minta anak mencarinya secara bergiliran.
Petak umpet adalah salah satu permainan klasik yang seru dimainkan di rumah. Agar lebih menarik, anak yang sudah ditemukan bisa ikut membantu pencari menemukan teman lainnya atau seluruh anggota keluarga bekerja sama mencari satu orang yang bersembunyi.
Origami melatih ketelitian dan kreativitas anak dengan menggunakan kertas apa saja yang tersedia di rumah dan ikuti langkah-langkah sederhana untuk membuat bentuk lucu.
Membacakan buku cerita atau dongeng akan terasa lebih hidup jika disertai gerakan. Ajak anak memeragakan adegan dalam cerita, berlari, melompat, atau berpura-pura memanjat.
Lomba lari estafet dalam ruangan mendorong anak tetap aktif dan bekerja sama. Gunakan tantangan sederhana seperti menyeimbangkan buku di kepala, membawa bola dengan sendok, atau lomba lompat dengan sarung bantal.
Adonan mainan (Play-Dough) memberi ruang bebas bagi anak untuk berkreasi dan melatih motorik halus. Mereka bisa membentuk berbagai objek dengan tangan, cetakan, atau alat sederhana.
Bermain Lego membantu anak mengembangkan imajinasi, logika, dan kesabaran. Biarkan mereka membangun apa pun yang diinginkan atau beri tantangan membuat bentuk tertentu.
Catur melatih konsentrasi, strategi, dan kemampuan berpikir ke depan. Permainan catur cocok untuk anak yang lebih besar dan bisa menjadi momen belajar bersama orang tua.
Monopoli mengajarkan anak tentang berhitung, strategi, dan sportivitas. Selain itu, permainan papan ini juga melatih kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan.
Kita sering lupa bahwa kebersamaan tak selalu butuh teknologi, tapi kegiatan-kegiatan kreatif tanpa gawai merupakan cara baik untuk menguatkan ikatan orang tua dan anak. Berikut beberapa ide permainan yang bisa dilakukan bersama anak di rumah tanpa melibatkan gawai seperti puzzle, catur, monopoli, kartu memori, main lego, hingga mewarnai.
Berburu harta karun adalah salah satu permainan seru dan menguntungkan anak untuk berpikir kritis dan bergerak bebas. Siapkan daftar petunjuk, pensil, dan biarkan anak berpetualang menemukan harta karunnya sendiri.
Bernyanyi dan menari bersama bisa menjadi cara baik untuk mendekatkan orang tua dengan anak. Ajak anak berbagi lagu favorit mereka dan perkenalkan musik kesukaanmu sebagai cara sederhana membangun kedekatan melalui irama dan gerak.
Mewarnai gambar memiliki manfaat bagi tumbuh kembang anak karena bisa meningkatkan kemampuan motorik halus. Proses belajar mewarnai anak akan menjadi lebih efektif dengan dampingan dan dorongan dari orang tua.
Teka-teki bergilir melatih kemampuan memecahkan masalah dan kerja sama. Sembunyikan potongan puzzle di sekitar ruangan, lalu minta anak mencarinya secara bergiliran.
Petak umpet adalah salah satu permainan klasik yang seru dimainkan di rumah. Agar lebih menarik, anak yang sudah ditemukan bisa ikut membantu pencari menemukan teman lainnya atau seluruh anggota keluarga bekerja sama mencari satu orang yang bersembunyi.
Origami melatih ketelitian dan kreativitas anak dengan menggunakan kertas apa saja yang tersedia di rumah dan ikuti langkah-langkah sederhana untuk membuat bentuk lucu.
Membacakan buku cerita atau dongeng akan terasa lebih hidup jika disertai gerakan. Ajak anak memeragakan adegan dalam cerita, berlari, melompat, atau berpura-pura memanjat.
Lomba lari estafet dalam ruangan mendorong anak tetap aktif dan bekerja sama. Gunakan tantangan sederhana seperti menyeimbangkan buku di kepala, membawa bola dengan sendok, atau lomba lompat dengan sarung bantal.
Adonan mainan (Play-Dough) memberi ruang bebas bagi anak untuk berkreasi dan melatih motorik halus. Mereka bisa membentuk berbagai objek dengan tangan, cetakan, atau alat sederhana.
Bermain Lego membantu anak mengembangkan imajinasi, logika, dan kesabaran. Biarkan mereka membangun apa pun yang diinginkan atau beri tantangan membuat bentuk tertentu.
Catur melatih konsentrasi, strategi, dan kemampuan berpikir ke depan. Permainan catur cocok untuk anak yang lebih besar dan bisa menjadi momen belajar bersama orang tua.
Monopoli mengajarkan anak tentang berhitung, strategi, dan sportivitas. Selain itu, permainan papan ini juga melatih kesabaran dan kemampuan mengambil keputusan.