Pernyataan yang beredar mengklaim bahwa wilayah Natuna Utara dijadikan sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh kepada China, ternyata merupakan keliru dan menyesatkan. Selama penelusuran dilakukan, tidak ditemukan bukti autentik yang membenarkan klaim tersebut.
Penelusuran ini dimulai dari mesin pencarian menggunakan kata kunci perjanjian Jokowi China jaminan utang Whoosh Natuna Utara. Namun, hasilnya tidak menemukan dokumen resmi maupun laporan jurnalistik kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Pernyataan yang beredar kemungkinan berasal dari potongan pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. Dalam sebuah video di kanal YouTube resmi Mahfud MD Official, dia menyampaikan pendapatnya terhadap proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dalam video tersebut, Mahfud mengingatkan adanya potensi risiko apabila Indonesia gagal membayar utang. Dia juga mencontohkan kasus Sri Lanka yang kehilangan kendali atas pelabuhan strategis akibat gagal bayar utang kepada China. Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan peringatan atas kemungkinan terburuk, bukan pernyataan bahwa Indonesia telah menyepakati penyerahan wilayah, termasuk Natuna Utara, sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dengan demikian, pernyataan Mahfud tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti adanya perjanjian yang menjadikan Natuna Utara sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Pernyataan itu bersifat peringatan, bukan pengungkapan fakta atau kesepakatan resmi.
Sumber informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak didukung bukti autentik dan cenderung merupakan hasil spekulasi serta salah tafsir pernyataan pejabat.
Penelusuran ini dimulai dari mesin pencarian menggunakan kata kunci perjanjian Jokowi China jaminan utang Whoosh Natuna Utara. Namun, hasilnya tidak menemukan dokumen resmi maupun laporan jurnalistik kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Pernyataan yang beredar kemungkinan berasal dari potongan pernyataan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. Dalam sebuah video di kanal YouTube resmi Mahfud MD Official, dia menyampaikan pendapatnya terhadap proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dalam video tersebut, Mahfud mengingatkan adanya potensi risiko apabila Indonesia gagal membayar utang. Dia juga mencontohkan kasus Sri Lanka yang kehilangan kendali atas pelabuhan strategis akibat gagal bayar utang kepada China. Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan peringatan atas kemungkinan terburuk, bukan pernyataan bahwa Indonesia telah menyepakati penyerahan wilayah, termasuk Natuna Utara, sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dengan demikian, pernyataan Mahfud tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti adanya perjanjian yang menjadikan Natuna Utara sebagai jaminan utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Pernyataan itu bersifat peringatan, bukan pengungkapan fakta atau kesepakatan resmi.
Sumber informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak didukung bukti autentik dan cenderung merupakan hasil spekulasi serta salah tafsir pernyataan pejabat.