TNI AU Distribusikan Bantuan 2.200 Kg ke Sibolga
Helikopter Caracal TNI AU yang dipiloti Kapten Pnb Anterio dan Letda Pnb Kevin mengangkut total 2.200 kilogram logistik dalam dua sortie penerbangan ke berbagai titik yang terdampak bencana banjir Sibolga, Sumatra Utara, pada Jumat (28/11). Pengoperasian ini dilakukan untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Bantuan yang dibawa mencakup sembako, air minum, sarden, gula, mi instan, minyak goreng, serta perlengkapan khusus seperti popok dan pembalut. Penyaluran dilakukan dengan penge-drop-an di Bandara FL Tobing Sibolga dan Lapangan Matauli Sibolga.
TNI AU telah menyiagakan tiga helikopter Caracal sebagai upaya mempercepat distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur udara konvensional. Pengoperasian helikopter akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan ke seluruh masyarakat yang terdampak.
Prioritas TNI AU adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan. "Keputusan kami adalah membantu masyarakat yang terdampak, sehingga kita harus segera menyalurkan bantuan," kata Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana.
Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul tanah longsor dan banjir Sumatra. Penetapan ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan bencana alam yang terjadi.
TNI AU dan pemerintah Provinsi Sumut bekerja sama untuk menangani bencana alam ini. Dengan demikian, masyarakat di Sumatra Utara dapat merasa aman dan mendapatkan bantuan yang segera tersalurkan ke mereka.
Helikopter Caracal TNI AU yang dipiloti Kapten Pnb Anterio dan Letda Pnb Kevin mengangkut total 2.200 kilogram logistik dalam dua sortie penerbangan ke berbagai titik yang terdampak bencana banjir Sibolga, Sumatra Utara, pada Jumat (28/11). Pengoperasian ini dilakukan untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Bantuan yang dibawa mencakup sembako, air minum, sarden, gula, mi instan, minyak goreng, serta perlengkapan khusus seperti popok dan pembalut. Penyaluran dilakukan dengan penge-drop-an di Bandara FL Tobing Sibolga dan Lapangan Matauli Sibolga.
TNI AU telah menyiagakan tiga helikopter Caracal sebagai upaya mempercepat distribusi bantuan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur udara konvensional. Pengoperasian helikopter akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan ke seluruh masyarakat yang terdampak.
Prioritas TNI AU adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat yang membutuhkan. "Keputusan kami adalah membantu masyarakat yang terdampak, sehingga kita harus segera menyalurkan bantuan," kata Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana.
Gubernur Sumatra Utara Bobby Afif Nasution telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul tanah longsor dan banjir Sumatra. Penetapan ini diharapkan dapat membantu dalam penanganan bencana alam yang terjadi.
TNI AU dan pemerintah Provinsi Sumut bekerja sama untuk menangani bencana alam ini. Dengan demikian, masyarakat di Sumatra Utara dapat merasa aman dan mendapatkan bantuan yang segera tersalurkan ke mereka.