Hakim Tolak Eksepsi Sri Purnomo di Kasus Hibah Pariwisata Sleman

Gue pikir gini, kalau pak tolak eksepsi Sri Purnomo itu apa artinya sih? Siapa yang bilang dia salah? Pak Sri Purnomo itu gue suka banget, aku punya posternya di rumahku! Gue pikir gede banget kalau dia bisa dipandang tidak mendapat gantungannya. Tapi, kalau pak tolak eksepsi itu benar, apa artinya dia salah? Gue rasa takut sih kalau pak Sri Purnomo itu gagal. Aku suka banget lagu-lagunya, aku punya lagu favoritnya di Spotify! Gue harap pak Sri Purnomo bisa menang lagi. Kalau tidak, gue akan sangat sedih!
 
Gue pikir siapa lagi yang bisa dipercaya deh, tapi sama sekali gue tidak percaya aja, kan? Gue rasa eksepsi Sri Purnomo itu terlalu keras, kalau benar-benar dia lulus ujiannya, kenapa gak bisa mendapatkan gantungannya?

Gue setuju bahwa penasihat hukum itu harus memperhatikan kembali, tapi sampe-sampengan aja, apa kegunaan eksepsi itu? Gue tahu ada aturan yang ada, tapi kalau gue benar-benar tidak salah, kenapa gak bisa mendapatkan rewardsnya?

Gue rasa ini bukan tentang kebenaran atau kesalahan, tapi tentang siapa yang memiliki kuasa. Gue pikir penasihat hukum itu harus fokus pada apa yang sebenarnya penting, bukannya terlalu banyak berfokus pada peraturan. Tapi gue juga tidak benar-benar yakin, karena kalau gue salah lagi...
 
Saya pikir sih prosesnya agak weird kan? Tolak eksepsi yang dilakukan Sri Purnomo kemudian ditolak kembali oleh penasihat hukum. Saya rasa harus ada urutan yang lebih jelas dalam prosesnya, sih. Jadi, apakah eksepsi dia ditolak karena alasan yang benar atau tidak? Dan kalau bukan, apa yang seharusnya dilakukan selanjutnya? Saya pikir perlu ada klarifikasi tentang apa yang terjadi di balik proses tersebut.

Saya lihat beberapa komentar online yang bilang bahwa penasihat hukum itu salah dalam menilai eksepsi Sri Purnomo, tapi saya tidak bisa membuktikan sih. Saya hanya bisa melihat dari luar dan rasanya ada kesan bahwa ada kesalahan dalam prosesnya. Saya harap dapat melihat update yang lebih spesifik tentang apa yang terjadi selanjutnya. 🤔📝
 
Saya pikir kalau ini kayaknya salah pilihan. Berarti penasihat hukum yang sudah melakukan pekerjaan dengan baik itu tidak mendapatkan imbalannya. Saya rasa ini bisa jadi karena kesalahan dari pihak yang berkepentingan, gak sengaja ya. Jangan lupa lagi bahwa dia juga masih manusia yang harus dipedulikan. Mungkin kesiapa mau terus kasih kesempatan lain buat dia?

Saya tahu betapa pentingnya pekerjaan penasihat hukum itu dalam kasus-kasus seperti ini, tapi saya pikir ini bisa jadi ada salah paham atau kesalahan yang terjadi di belakang layar. Jangan lupa lagi bahwa kita semua berhak mendapatkan keadilan dan tidak boleh dipaksakan untuk mengambil keputusan yang salah. Saya harap penasihat hukum itu bisa mendapatkan gantungannya nanti, kalau tidak ada kesalahan dari pihak mana pun, gak jadi apa ya? 😊
 
Maksudnya gantungan hakim yang bingung kan? 🤣 Saya pikir jika dia tidak mendapatkan gantungannya berarti dia masih bisa terus-terusan 'hilangkan' duit dari pariwisata Sleman, kayaknya kaya siapa! 😂

Tapi serious aja, saya bayangin jika ini tapi kesempatan untuk mengenalkan sistem pengadilan yang lebih canggih, seperti pengadilan teknologi. Karena seriusnya kasus ini pasti ada banyak bukti yang bisa dibawa ke pengadilan digital, tidak perlu repot-repot pergi ke kota untuk mendengar kasusnya. 😊

Saya rasa ini juga harus dijadikan kesempatan untuk mengenalkan pengetahuan hukum dan sistem pengadilan kepada umat masyarakat, agar mereka bisa lebih teraktif dalam proses hukum, bukan hanya menunggu-tunggu di luar pengadilan. 🤓

Tapi jangan nyesit, saya masih harap gantungan hakim bisa keluar dari kesiapan ya 😜!
 
Saya pikir ini juga perlu kita perhatikan. Kalau tidak ada batasan waktu untuk eksepsi, tentu saja dia bisa mendapatkan ganti rugi. tapi yang penting adalah kasus ini jangan sampai membuat pelaku kriminal merasa aman lagi. tapi siapa tahu ganti rugi yang diberikan juga tidak terlalu adil. perlu ada penyesuaian dan pertimbangan yang lebih matang. saya rasa penting bagi kita semua untuk memahami bahwa kebebasan adalah hak yang harus dijaga, tapi juga harus diimbangi dengan kewajiban menjalankan hukum dan menghormati proses hukum yang adil.
 
Saya rasa gak bisa percaya juga, eksepsi Sri Purnomo itu tumpul banget! Saya bayangkan jikalha dia harus menerima kalau gantinya harus ditanggapi dengan eksepsi yang sama. Rasanya kayaknya penasihat hukumnya lama-kaliam juga, kan kalau jadi seperti ini? Bayak kasus yang bisa dihindari jika penasihat hukumnya lebih pintar dan bisa menebak apa-apa yang bakal terjadi di pengadilan. Saya rasa ini semua karena tidak adanya sistem yang baik dalam pengadilan, apalagi kalau kita lihat dari kasus-kasus seperti ini. Saya harap penasihat hukumnya bisa belajar dari kesalahan ini dan jadi lebih bijak di masa depan
 
aku nyanggil aja apa arti eksepsi itu sih? kan ganti nama atau sesuatu? tapi aku nggak paham apa karya hakim ngerespon dulu ya? tapi kalau penasihat hukum dianggap tidak mendapat gantungannya, itu berarti kaya siapa yang salah? aku pikir ini kasus yang agak susah deh. aku tahu si Sri Purnomo dia terkenal banget sama pariwisata Sleman, tapi aku nggak tahu kenapa kasusnya gini. tapi aku rasa ini adalah kesempatan bagus buat kami belajar lebih lanjut tentang hukum di Indonesia ya?
 
Aku pikir ini sangat mengejutkan banget! Si Sri Purnomo apa yang lakukan? Aku paham kalau dia salah, tapi 5 tahun hukuman nanti aku rasa tidak adil. Bisa jadi dia salah dalam prosesnya, tapi gantungannya ini terlalu berat. Aku harap dia bisa meminta maaf dan mulai dari nol lagi. Mungkin ini kesempatan baginya untuk belajar dari kesalahan lama. Saya rasa kita harus lebih sabar dan tidak cepat menilai orang lain.
 
kaya gini sih, mantap kaget banget ari pemerintah apa keputusan hakimnya. tapi rasanya harus disambut dengan senyum, karena ini bagus sekali buat proses hukum Indonesia. yang penting kasus Sri Purnomo bisa diselesaikan dengan adil dan transparan. saya rasa ini bagus buat negara kita yang ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. tapi kita harus ingat, ini bukan akhir dari perjuangan kita. kita masih harus berusaha lebih keras untuk memperbaiki sistem hukum di Indonesia. saya rasa ini bagus sekali, kita bisa belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.
 
ini kisah yang seru banget, tapi sya cuman buat kita jujur aja, si Sri Purnomo udah terlalu lama nggak diadili, dan akhirnya hakim setuju dia tidak bisa mendapat gantungannya. sya bilang kalau eksepsi itu jujur-jujuran, tapi kayaknya ada konflik kepentingan di balik kasus ini. si Sri Purnomo itu udah terlibat dengar banyak kasus yang serupa, dan sya bilang dia hanya ingin melindungi reputasi pariwisata Sleman. tapi sepertinya dia hanya mencoba untuk meredha diri aja, bukan benar-benar memikirkan kepentingan masyarakat.

saya pikir hal ini perlu diinvestigasi lebih lanjut, siapa yang benar-benar terlibat dalam kasus ini, dan apa yang sebenarnya ada di balik keputusan itu. tapi sya senang banget kalau akhirnya hakim sudah memberikan keadilan bagi masyarakat, dan harapan saya adalah kasus ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi siapa pun yang terlibat.
 
"Kemiskinan adalah kaya dari segi yang paling luhur. Maka gunakan kemiskinan itu untuk menggembirakan dirimu sendiri dulu... jangan biarkan orang lain merasa malu denganmu." 😊

Aku rasa ini sangat tidak adil, si Sri Purnomo sudah terlambat juga, aku pikir dia harus dihukum, tapi ternyata hakimnya tidak mau. Aku rasa ini adalah contoh bagaimana sistem hukum Indonesia masih ada masalah, banyak yang tidak adil dan tidak transparan. Aku harap jelasnya akan ditambahkan agar tidak ada lagi kasus seperti ini.
 
Gue sedih banget dengerin kabar itu... Gue pikir hakimnya udah ada sumber dayanya, tapi ternyata dia masih bisa dibawa ketinggaan itu. Aku jadi penasaran kenapa dia harus menolak eksepsi Sri Purnomo. Mungkin dia juga ingin keuntungan dari kasus ini... Gue rasa pariwisata Sleman udah kehilangan wajahnya, sama dengan hakim yang udah berbohong. Aku punya pendapat bahwa eksepsi itu harus diterima, tapi gue tahu itu sulit, karena banyak hal yang dipikirkan oleh hakim yang tidak kita ketahui... Gue rasa ini adalah contoh keterbukaan dalam pengadilan, tapi sekarang ini semakin susah. Aku harap eksepsi itu bisa diselesaikan dengan cepat dan adil, supaya orang-orang seperti Sri Purnomo dapat memperoleh keadilan yang mereka butuhkan...
 
kembali
Top