Gue pikir siapa lagi yang bisa dipercaya deh, tapi sama sekali gue tidak percaya aja, kan? Gue rasa eksepsi Sri Purnomo itu terlalu keras, kalau benar-benar dia lulus ujiannya, kenapa gak bisa mendapatkan gantungannya?
Gue setuju bahwa penasihat hukum itu harus memperhatikan kembali, tapi sampe-sampengan aja, apa kegunaan eksepsi itu? Gue tahu ada aturan yang ada, tapi kalau gue benar-benar tidak salah, kenapa gak bisa mendapatkan rewardsnya?
Gue rasa ini bukan tentang kebenaran atau kesalahan, tapi tentang siapa yang memiliki kuasa. Gue pikir penasihat hukum itu harus fokus pada apa yang sebenarnya penting, bukannya terlalu banyak berfokus pada peraturan. Tapi gue juga tidak benar-benar yakin, karena kalau gue salah lagi...