Hakim Pertanyakan Sumber Gaji Rp163 Juta Tenaga Konsultan Nadiem

Hakim Ad Hoc Tipikor Jakarta bertanya kepada Widyaprada Ahli Utama Sutanto mengenai sumber gaji Rp163 juta per bulan Ibrahim Arief alias Ibam sebagai tenaga konsultan eks Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim.
 
Gak bakal percaya aja kalau ada hakim ad hoc itu, apa kerenya bisa ngeluh about gaji ibu-ibu terlalu besar! Saya pikir dia lebih fokus banget ngawasi kasus-kasus tipikor, tapi ternyata dia suka nge-tweet tentang gajinya. Rp163 juta per bulan? Wah keren banget! Tapi apa dia punya kontribusi nyata pada kasus-kasus yang sedang dibahas? Saya rasa dia hanya memperoleh gaji dari perusahaan itu untuk nginjak-nikmati, tapi tidak ada bukti bahwa dia memiliki pengetahuan atau kemampuan yang lebih di atas orang lain. Gak jujur, saya merasa kecewa banget dengar kabar ini! 😒
 
Ibok ya, aku pikir itu sangat tidak adil, kan? Ibam itu konsultan, tapi apa dia buat itu gaji besar itu? Aku penasaran dengarkan jawaban Hakim Ad Hoc, apakah dia benar-benar tahu bagaimana sistem keuangan di Indonesia ini? Aku rasa ada kesan korupsi di baliknya, tapi aku tidak ingat pasti. Aku doang harap Hakim Ad Hoc bisa memberikan klarifikasi tentang itu, jadi kita semua paham apa yang terjadi. Saya pikir ini harus dibahas lebih lanjut oleh masyarakat, agar kita semua bisa tahu benar-benar apa yang terjadi di balik gaji besar itu... 🤔💡
 
Gak nyaman banget nih kalau kita lihat ada kekayaan orang yang sangat besar tapi kita tidak tahu siapa dia dan bagaimana dia kerja! Ibam memang lulus dari beberapa lembaga yang terpercaya, tapi gaji Rp163 juta per bulan? itu juga kayaknya kaget kan?

Mungkin ada yang berbeda dengan cara orang lain, tapi aku pikir penting untuk kita tahu bagaimana caranya orang tersebut mengelola kekayaannya. Sepertinya ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Ibam, seperti bagaimana dia selalu fokus dan produktif, atau bagaimana dia dapat menjalin hubungan dengan pejabat-pejabat penting di Jakarta.

Tapi apa yang paling penting adalah kita harus tetap bijak dalam mengelola uang kita sendiri. Jangan takut untuk menanya atau mencari saran dari orang-orang yang lebih berpengalaman, karna itu yang akan membuat kita menjadi lebih produktif dan maju! 📈💪
 
Gue pikir ibarat ini bikin kita penasaran banget sih. Gak bisa dibayangkan gaji itu dari sumber apa... kalau dia nanti mulai kasus apa sih? Udah pernah denger kan kalau ibam itu punya sejarah yang cerita-cerita... tapi gue rasa ini bukan masalah, gue rasa yang penting adalah ada tenaga konsultan yang bisa membantu pasukan pemula itu. Mereka sih yang perlu dibantu agar bisa mengatasi masalah yang dihadapi. Kalau ibam nanti jadi korupsi atau apa sih... tapi sepertinya dia masih memiliki waktu untuk berubah dan menjadi orang yang lebih baik lagi...
 
Wahhh, bikin aku penasaran sih... Kenapa ada perlu dibuat ad Hoc di sana? Pernah lihat kabar sumber gaji ibam itu? Rp163 juta per bulan? Maksudnya kenapa harus rahasia, kan? Gue yakin banyak orang yang curiga sih. Ini bukan kejahatan apa-apa tapi hanya tentang transparansi deh! Kita harap Widyaprada bisa menjawab pertanyaannya dengan jujur dan terbuka ya... 🤔
 
Aku pikir kalau biaya sebesar itu terlalu susah untuk orang yang hanya kerja sambil jalan seperti Ibam. Aku rasa gaji itu lebih dari mahal biasanya. Mungkin karena dia memiliki keahlian tertentu di bidangnya, tapi aku masih ragu. Ada baiknya kita tahu lebih banyak tentang pekerjaannya dan bagaimana dia membantu pemerintah. Aku juga pikir pemerintah bisa lebih transparan dalam pengeluaran dana ini. Mungkin ada cara lain untuk menghargai kontribusinya tanpa harus memberikan gaji yang terlalu besar.
 
kira-kira apa yang terjadi di Jakarta, biaya hidup makin mahal banget! 163 juta rupiah per bulan untuk konsultan yang bekerja sama dengen pemerintah, gimana caranya bisa ada kebijakan ini? itu lumayan banyak, tapi saya tahu biaya hidup makin naik sekarang, tapi apa yang dibawa oleh gaji seperti itu? kayaknya biar mantep juga sih, tapi di Indonesia masih banyak masalah, misalnya, pendidikan dan kesehatan. gimana caranya bisa ada prioritas seperti ini? kita harus fokus pada hal-hal penting, bukan cuma cari cara untuk mengisi dompet pribadi...
 
Kalo ini cerita tentang Ibam, dia pasti luar biasa aja sih, Rp 163 juta biayanya? Mau tahu keaslian gaji itu? Aku rasa mungkin ada yang penipu di balik gili itu... Kenapa dia bisa mendapatkan gaji seperti itu tanpa ada bukti apa pun? Siapakah yang membayar duit itu? Ini pasti bukan gaji biasa, tapi probabilitas dia penipu banget...
 
Aku penasaran apa keaslian dari Ibam, kan? Gaji Rp163 juta per bulan itu terlalu asyik dan aku butuh tahu cerita di baliknya... Apa sih sebenarnya ia lakukan sebagai konsultan? Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres di antara mereka. Aku butuh penjelasan lebih lanjut tentang keahliannya apa aja dan bagaimana dia bisa mendapatkan gaji begitu tinggi... Semua harus dipantau oleh ombudsman atau lembaga yang bisa memastikan kejujuran dari orang-orang di puncak kekuasaan seperti Ibam.
 
Makasih banget dosen ahli itu nanggung jawabannya 🙏. Ngomongin penuh hormat tapi jelas kalau ada keraguan tentang sumber gaji ibam apa aja? Jadi saja kabarnya ibamnya kaya raya kan, Rp163 juta per bulan 🤑. Udah kayaknya kabar ini membuat banyak orang penasaran sih. Berapa itu nih? Seperti gaji umum pejabat publik atau apa? Ada kemungkinan ada masalah hukum yang terjadi disini? Tapi dosen ahli itu masih bisa menjawab dengan sopan dan hormat. Maksudnya kalau kita penasaran tapi kita harus sabar dulu ya 😊.
 
Saya kayaknya ini yang bakal bikin kita penasaran banget... kenapa ada sih orang bisa menerima gaji Rp163 juta per bulan? Sepertinya terlalu banyak ya, apalagi kalau dihitung dengan gaji netto biasanya rata-rata karyawan SMK sekitar Rp5-10 juta per bulan. Padahal kita tahu bahwa biaya hidup di Jakarta kayaknya sangat mahal, apalagi untuk kebutuhan yang penting seperti tempat tinggal dan makanan.

Saya pikir ini bisa bikin kita penasaran tentang transparansi dan integritas dalam pengelolaan negara. Bagaimana kalau kita lakukan audit terhadap gaji-gaji eks tenaga konsultan di pemerintahan? Mungkin ada yang ada kesempatan untuk memanfaatkan kekuasaan ya... Tapi ini jangan dibawa ke arah negatif, tapi kita jangan malas untuk bertanya dan mencari jawaban yang jujur juga, ya!
 
Gue pikir nggak masuk akal banget sih. Widyaprada Ahli Utama Sutanto itu, seharusnya langsung menghubungi BNN nih. Mau tahu mengapa? Karena ibam ini memang terlalu banyak uang loh! Rp163 juta per bulan? Itu nggak umum banget sih, kira-kira gue kayaknya bisa hidup nyaman bareng keluargaku aja 😂. Dan sih, apa yang dibuktikan ibam ini? Apakah ada bukti yang pasti bahwa ia benar-benar tenaga konsultan dan tidak juga koruptor? Sumber sumber dia nggak terbuka, nggak jelas sih. Gue rasa harus ada transparansi lebih, supaya kita bisa percaya apa yang dibangun oleh pemerintah nih 🤔.
 
Aku pikir ini kejahatan banget! Kita tahu ibu-ibu tidak bisa makan nasi dengan uang Rp163 juta per bulan, kan? 🤯 Maksudnya apa, ada sumber gaji lain yang tidak perlu kita ketahui? 🤑 Mereka bilang 'asisten' tapi sebenarnya adalah konsultan yang dihampir dengan kekuasaan. Itu jujur atau tidak, saya penasaran. Saya juga ingin tahu siapa itu Nadiem Anwar Makarim dan apa hubungannya dengan Ibrahim Arief alias Ibam? 🤔
 
Buatlah kita jangan terlalu ngeliat sama pemberitaan itu aja 😊. Gue pikir sumber gaji ibu-ibu itu mungkin dari proyek khusus yang dia kerjakan buat pemerintah, tapi gak ada informasi apa pun tentang proyek tersebut. Kalau ibu ibam ini udah lulus mandatnya, kenapa masih bisa mendapatkan uang sebesar itu? Gue rasa ada hal lain yang harus kita tahu dulu sebelum kita terlalu kaget sama ini 🤔.
 
kembali
Top